Kemenhub Saran Grabwheels Dihentikan Sementara Sampai Ada Aturan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi ketika memberi keterangan kepada wartawan di Restoran Es Teler 77, Melawai, Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Senin, 11 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia Adlina

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi ketika memberi keterangan kepada wartawan di Restoran Es Teler 77, Melawai, Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Senin, 11 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia Adlina

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyarankan aplikator memberhentikan sementara operasional Grabwheels hingga pemerintah daerah memiliki beleid yang memayunginya.

    Sembari mengatur regulasi, Budi Setiyadi menyarankan pemerintah daerah menyiapkan ruang penggunaan skuter. Sebab, kendaraan alternatif ini tidak untuk dioperasikan di jalan raya atau trotoar. “Pemprov DKI harus pikirkan jalur khusus itu,” tuturnya saat ditemui di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 13 November 2019.

    Sebelumnya, dua pengguna Grabwheels dikabarkan tertabrak mobil di kawasan FX Sudirman, Jakarta, pada 10 November dinihari. Selain dua korban tewas, beberapa lainnya diduga luka-luka. Informasi itu kemudian berkembang hingga viral di media sosial Twitter. 

    Budi mengatakan Kementerian Perhubungan tidak mengatur penggunaan kendaraan skuter milik Grab Indonesia atau Grabwheels. Menurut dia, domain regulasi kendaraan lingkungan itu berada di tangan pemerintah daerah atau gubernur setempat.

    “Grabwheels itu bukan klasifikasi sepeda motor, jadi tidak masuk ranah Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009. Untuk pengaturannya kami serahkan ke Pemda, misal jalurnya bagaimana,” ujar dia. 

    Budi memastikan saat ini pemerintah daerah yang wilayahnya menjadi pusat operasi Grabwheels, seperti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sedang merembuk aturan penggunaan skuter. Aturan tersebut ke depan akan terbit dalam bentuk peraturan gubernur atau peraturan daerah.

    Senada dengan Budi Setiyadi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pengoperasian Grabwheels mesti berpatok pada aturan yang berlaku. “Intinya kita kembali kepada regulasi. Segala kegiatan harus didasarkan regulasi,” ujarnya.

    CEO GrabWheels TJ Tham mengakui telah menelusuri informasi terkait insiden kecelakaan tersebut. Grab mengkonfirmasi terdapat empat pengguna skuter mengalami luka-luka dan dua lainnya meninggal dunia. 

    Tham mengatakan entitasnya telah menghubungi pihak keluarga pengguna Grabwheels. “Prioritas kami saat ini adalah memberikan dukungan penuh dan bantuan yang dibutuhkan oleh pengguna dan keluarganya,” ucapnya.

    Ia mengklaim Grab bakal berkomitmen meningkatkan keamanan penggunaan GrabWheels melalui edukasi kepada pengguna. Grab juga akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk menjaga keselamatan pengendara skuter.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.