Potensi Bengkel Pesawat USD 1 M, IAMSA: Baru Terserap 45 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kedatangan Pesawat Ke-40 CitilinkPesawat baru milik maskapai Citilink jenis Airbus 320 tiba di hanggar 4 GMF, di Tangerang, Banten, 25 September 2016. Pesawat baru itu didatangkan untuk memperkuat armada dan meningkatkan market share di kelas budget airlines, serta mendukung ekspansi bisnis Citilink ke timur Indonesia. Foto: citilink

    Kedatangan Pesawat Ke-40 CitilinkPesawat baru milik maskapai Citilink jenis Airbus 320 tiba di hanggar 4 GMF, di Tangerang, Banten, 25 September 2016. Pesawat baru itu didatangkan untuk memperkuat armada dan meningkatkan market share di kelas budget airlines, serta mendukung ekspansi bisnis Citilink ke timur Indonesia. Foto: citilink

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Indonesia Aircraft Maintenance Service Association (IAMSA) Rowin Hardjoprakoso Mangkoesoebroto mengatakan potensi bisnis maintenance, repair, dan overhaul (MRO) yang juga dikenal bisnis bengkel pesawat di Indonesia tembus US$ 1 miliar. Namun, nyatanya belum terserap di seluruh pasar domestik.

    "Nilai potensial bisnis yang ada untuk pangsa pasar Indonesia mencapai US$ 1 miliar, tapi baru bisa diserap sebanyak 45 persen," kata Rowin dalam sambutanya dalam acara AMROI 2019 yang digelar di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, Rabu 13 November 2019.

    Menurut dia, selama lima tahun terkahir permintaan pasar terhadap keberadaan bengkel pesawat terus meningkat. Kendati demikian, permintaan pasar belum bisa diimbangi dengan kapasitas dan kapabilitas keberadaan bengkel pesawat.

    Adapun kini ada tiga bengkel pesawat yang cukup terkenal dan banyak melayani pasar domestik. Ketiganya, GMF AeroAsia milik Garuda Indonesia, Batam Aero Technic usaha patungan milik Lion Air dan Garuda Indonesia serta FL Technics yang baru saja hadir.

    Rowin menuturkan belum terserapnya seluruh potensi pasar tersebut salah satunya terkendala adanya lahan. Dia mengatakan selama ini semua penguasaan lahan bandar udara lebih banyak dikelola negara. Sedangkan sedikit sekali yang bisa dikelola swasta.

    "Kalau internal saya mulai dari jumlah hanggar slot yang dipunyai itu kita belum cukup, masih sangat kurang," kata Rowin.

    Padahal, kata Rowin, salah satu prasyarat bisnis bengkel pesawat adalah lahan yang cukup luas untuk membangun hanggar. Selain itu, lahan tersebut juga harus berada di dalam lokasi bandar udara atau berdekatan dengan area bandara.

    Karena itu, sewa lahan atau bahkan kepemilikan untuk bisnis bengkel pesawat menjadi sangat krusial. Hal itu, yang kini terus diperjuangkan oleh pemerintah supaya ada relaksasi terkait hal ini.

    "Tentu harapan kami supaya kesempatan membuka MRO baru maupun perluasan bisa dipermudah," kata Rowin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.