Ma'ruf Amin: Kegiatan Ekonomi Umat di RI Masih Tertinggal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menerima Ilham Akbar Habibie di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa 12 November 2019. TEMPO/Subekti.

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menerima Ilham Akbar Habibie di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa 12 November 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan perlunya meningkatkan keterlibatan umat dalam kegiatan ekonomi dan keuangan. Sebab, saat ini porsi tersebut masih terpantau sedikit.

    "Saat ini kegiatan ekonomi umat masih tertinggal," ujar Ma'ruf kala membua acara Indonesia Sharia Economic Festival di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu, 13 November 2019. Ia mengatakan keterlibatan umat yang semakin besar dalam kegiatan ekonomi secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan. 

    Hal ini, menurut Ma'ruf, sejalan dengan tujuan masyarakat bernegara, yaitu untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Adapun peningkatan kesejahteraan diukur dari keberhasilan ekonomi suatu negara.

    "Untuk menghasilkan nilai tambah yang tinggi, diperlukan sistem ekonomi yang bisa melibatkan seluruh lapisan masyarakat atau inklusi," ujar Ma'ruf. Di sisi lain, diperlukan pula suatu mekanisme agar masyarakat yang memiliki sumber daya keuangan dapat berpartisipasi di dalam kegiatan ekonomi dan pembangunan. 

    Sebaliknya, tutur Ma'ruf, masyarakat yang membutuhkan sumber daya keuangan pun perlu disediakan akses seluas-luasnya. Sebagai negeri dengan mayoritas pendudukan muslim, menurutnya, membutuhkan pilihan piranti ekonomi dan keuangan yang sesuai prinsip yang dianut. Dengan demikian, seluruh masyarakat bisa dilibatkan dalam kegiatan ekonomi dan pembangunan nasional.

    Melihat kebutuhan tersebut, Ma'ruf menyebut ekonomi dan keuangan syariah sebagai pilihan bagi mereka yang mau melakukan prinsip syariah dalam berkegiatan ekonomi dan keuangan. "Berkembangnya ekonomi syariah Indonesia akan memperkokoh ketahanan ekonomi nasional."

    Senada dengan Ma'ruf, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan saat ini ekonomi dan keuangan syariah sudah mendunia dan menjadi model baru ekonomi dunia. "Bukan hanya di negara islam," kata dia. Sebab, ekonomi syariah memiliki ciri yang berkelanjutan, inklusif dan sejahtera.

    Perry meyakini kalau Indonesia bersatu mendorong ekonomi syariah, maka Indonesia bisa menjadi pemain besar di dunia. "Itu sesuai dengan komitmen Presiden dan Wakil Presiden, bahwa ekonomi syariah menjadi arus baru pengembangan ekonomi Indonesia," tuturnya.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?