DNKI: Transaksi Pembayaran Non-Tunai Baru 34 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkot modern menerapkan pembayaran non tunai (cashless). 8 September 2018. TEMPO/Wisnu Andebar.

    Angkot modern menerapkan pembayaran non tunai (cashless). 8 September 2018. TEMPO/Wisnu Andebar.

    TEMPO.CO, Cirebon - Head of Project Management Office Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Djauhari Sitorus mengatakan saat ini baru 34 persen transaksi yang menggunakan pembayaran nontunai. Dia berharap gerakan nontunai terus tumbuh dengan gencarnya sosialisasi kepada masyarakat. 

     
    "Dari survei yang pernah dilakukan, baru sekitar 34 persen volume transaksi sudah nontunai," kata Head of Project Management Office DNKI Djauhari Sitorus di Cirebon, Selasa 12 November 2019.

    Untuk itu, DKNI terus gencar melakukan sosialisasi keuangan inklusif kepada masyarakat. Menurut dia, salah satu cara meningkatkan transaksi nontunai yaitu dengan mengedukasi masyarakat menggunakan layanan fintech dalam sehari-hari.

    Dia menuturkan warung kecil, toko kelontong, pedagang keliling bisa menggunakan transaksi nontunai. "Memang belum terlalu besar presentasinya, kami harapkan ke depan akan semakin besar lagi presentasenya. Dan salah satu caranya adalah bagaimana toko kecil, warung kelontong, tukang bakso bisa menggunakan transaksi nontunai," ujarnya.

    Kata Djauhari, banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh masyarakat yang menggunakan transaksi nontunai seperti lebih cepat, aman dan juga murah.

    Apalagi saat ini banyak finansial teknologi atau 'fintech' yang menyediakan jasa pembayaran atau uang digital dan ini hanya membutuhkan telepon pintar saja.

    "Manfaat dari transaksi nontunai itu lebih cepat, lebih aman dan juga murah, masyarakat hanya membutuhkan ponsel pintar saja serta pemindai," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.