Cara BKN Cegah Peretasan Portal Pendaftaran CPNS 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah CPNS mengikuti Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Sejumlah CPNS mengikuti Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara mencium adanya potensi peretasan pada portal sscasn.go.id untuk pendaftaran calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2019. Panitia langsung melakukan pemeriksaan terkait potensi tersebut.

    Pelaksana Tugas Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara Paryono mengatakan pihaknya sempat melihat lonjakan bandwitch mencurigakan pada pagi dan siang tadi di portal tersebut.

    "Dari sisi bandwitch itu memang tadi pagi atau siang seperti ada lonjakan besar tapi kok mencurigakan. Ini security-nya baru mau periksa lagi ada apa kok ada yang mencurigakan," katanya kepada Bisnis di Jakarta, Selasa, 12 November 2019.

    Saat ditanya soal potensi peretasan, dia mengamini hal tersebut. "Pasti setiap kali situs ditampilkan, pasti ada upaya seperti itu," katanya.

    Di sisi lain, BKN terus memantau portal pendaftaran CPNS 2019. Beberapa langkah dilakukan seperti penambahan server, kapasitas website atau storage maupun penambahan bandwitch.

    Kemarin, BKN telah menambah kapasitas bandwitch dari 2 GB menjadi 5 GB. Panitia juga menambah 5 server untuk mengantisipasi perlambatan akses ke portal tersebut.

    "Kalau bandwitch sudah mencapai 60 persen akan ditambah, di up lagi bahkan sudah ditambah ke 5 GB kemarin. Petugas Telkom juga standby di BKN," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.