11 November Diusulkan Menjadi Hari Ritel Nasional

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembeli memilih barang belanjaan di Giant Ekspres Mampang Prapatan, Jakarta, Ahad, 23 Juni 2019.Toko ritel Giant Ekspress menggelar diskon penutupan gerai di sejumlah tokonya hingga 28 Juli 2019 mendatang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pembeli memilih barang belanjaan di Giant Ekspres Mampang Prapatan, Jakarta, Ahad, 23 Juni 2019.Toko ritel Giant Ekspress menggelar diskon penutupan gerai di sejumlah tokonya hingga 28 Juli 2019 mendatang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengusulkan kepada pemerintah untuk menjadikan 11 November sebagai Hari Ritel Nasional. 

    Usulan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aprindo Roy Nicolas Mandey saat membuka Musyawarah Nasional ke-VII Aprindo di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa 12 November 2019 di depan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Menurut Roy, pihaknya mengusulkan 11 November sebagai Hari Ritel Nasional lantaran tanggal tersebut merupakan hari kelahiran Aprindo.

    "Harapan dan permintaan kami Pak bahwa kami kemarin 11 November 2019, baru 25 tahun (kami) berdiri di Indonesia. Tanggal 11 November Aprindo berjalan 25 tahun. Oleh karena itu, kami mengajukan setiap tanggal 11 November (diperingati) menjadi Hari Ritel Nasional,” kata dia.

    Roy menilai Hari Ritel Nasional sudah seharusnya diperingati bersamaan dengan hari kelahiran Aprindo. Alasannya, Aprindo bersama dengan lebih dari 400 anggotanya selama ini merupakan salah satu penggerak perekonomian nasional.

    "Ritel selama ini telah memberikan kontribusi aktif, riil, penyerapan usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga membuka investasi,” ujarnya.

    Adapun terkait dengan pertumbuhan industri ritel modern di Tanah Air, Roy tak menampik bahwa saat ini masih belum sesuai harapan. Akan tetapi, pihaknya optimistis pertumbuhan tersebut akan terus meningkat seiring dengan kondisi perekonomian dunia yang diharapkan akan kembali membaik.

    Roy menyebut pertumbuhan industri ritel modern di Tanah Air yang saat ini berada di kisaran 7-9 persen masih belum ideal. Menurutnya, pertumbuhan yang ideal bagi industri ritel modern adalah pertumbuhan yang mencapai 300-400 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini berada di angka 5,02 persen.

    Namun, Roy menegaskan pertumbuhan industri ritel modern di Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan industri serupa di negara lain yang negatif alias minus. Hal tersebut terlihat dari kontribusi industri ritel modern terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai 10,41 persen dengan nilai Rp1.544 triliun dan tingkat pertumbuhan konsumsi selama 5 tahun terakhir berada di angka 5 -7 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.