Budi Waseso Sebut Bulog Tak Perlu Impor Daging, Alasannya?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 02-peris-dagingSapiImpor

    02-peris-dagingSapiImpor

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas mengatakan untuk saat ini perseroannya tidak perlu melakukan impor daging sapi untuk sampai akhir tahun. Alasannya stok daging dalam negeri sudah dirasa cukup.

    Menurut Budi Waseso, BUMN lain telah melakukan impor daging seperti Berdikari dan PT Perusahaa Perdagangan Indonesia (PPI). "Untuk daging sapi masih sangat cukup. Sekarang PPI dan PT Berdikari juga menyiapkan daging. Justru kami stop, karena stoknya sudah banyak," ujarnya di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa, 12 November 2019.

    Selain stok daging yang dirasa aman sampai akhir tahun, harga daging juga masih stabil sehingga kebijakan impor komoditas pangan tersebut urung dilakukan.

    Jika terjadi kelebihan stok, kata Budi Waseso, akan mempengaruhi stabilitas harga daging. Selain itu untuk melakukan impor juga butuh waktu yang sangat panjang sehingga tidak memungkinkan untum dilakukan dalam waktu dekat.

    “Waktu impor sudah tidak memadai karena itu memerlukan waktu paling cepat kalau dari Brazil itu 37 hari sampai 45 hari. Jadi pasti jatuhnya tahun depan sehingga untuk tahun ini dengan prediksi dan pertimbangan tadi tidak mengimpor lagi,” ujar dia.

    Meski enggan mengimpor daging tahun ini, Budi Waseso menyatakan hal itu bisa berubah bila diperintahkan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian. Hal itu dengan mempertimbangkan pula tingkat konsumsi daging dan produksi dalam negeri. "Selisihnya berapa itu yang akan kami impor," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.