Selasa, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 741 Ribu per Gram

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan contoh emas yang dijual di butik emas Antam Mall Ambasador, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam melemah Rp5.000 per gram, yakni dari Rp699 ribu menjadi Rp694 ribu per gram, pada Selasa (2/7). Dengan demikian, harga logam mulia turun Rp11 ribu dalam dua hari berturut-turut. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menunjukkan contoh emas yang dijual di butik emas Antam Mall Ambasador, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam melemah Rp5.000 per gram, yakni dari Rp699 ribu menjadi Rp694 ribu per gram, pada Selasa (2/7). Dengan demikian, harga logam mulia turun Rp11 ribu dalam dua hari berturut-turut. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO. CO, Jakarta - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam turun Rp 1.000 pada perdagangan hari ini. Penurunan harga itu jika dibandingkan dengan harga emas pada 11 November yang sebesar Rp 742 ribu per gram.

    "Harga emas batangan satu gram Rp 741.000," seperti ditulis dalam situs resmi logammulia.com pada Selasa, 12 November 2019.

    Jika dilihat sejak awal 2019, harga emas hari ini masih naik signifikan bahkan memecahkan rekor terbaru dalam satu tahun ini. Pada 2 Januari, harga emas tercatat Rp 665 ribu per gram. Pada 21 Februari, harga naik menjadi Rp 677 ribu per gram. Pada 6 Maret, harga kembali turun jadi Rp 656.500 per gram.

    Pada 26 Maret, harga emas kembali naik jadi Rp 672 ribu per gram. Pada Mei, harga logam mulia kembali turun jadi Rp 661 ribu per gram. Kendati begitu, pada Juni, harga terus naik. Pada 10 Juni harga berada pada Rp 681 ribu per gram.

    Lalu, pada 21 Juni harga semakin naik menjadi Rp 702 ribu per gram. Pada 25 Juni harga emas mencapai Rp 713 ribu per gram. Bahkan, pada 3 Juli, harga emas memecahkan rekor tertinggi baru Rp 714 ribu per gram. Dan disusul harga emas pada 8 Agustus yang sebesar Rp 753 ribu. Kemudian pada 13 Agustus sebesar Rp 755 ribu.

    Rekor baru berikutnya terjadi pada 15 dan 16 Agustus 2019 di mana harga emas masing sebesar Rp 759 ribu dan Rp 766 ribu per gram. Pada Senin, 26 Agustus rekor baru tercetak sebesar Rp 774 ribu dan Rp 775 ribu per gram pada 5 September.

    Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, harga emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). "Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22," tulis situs tersebut.

    Sebelumnya, PT Sampoerna Gold Indonesia, anak perusahaan Sampoerna Group, resmi meluncurkan produk logam mulia dengan kandungan emas 99,99 persen atau 24 karat. Produk emas batangan yang dinamai WARIS ini resmi diluncurkan Senin, 11 November 2019.

    Dengan peluncuran emas batangan WARIS ini, Sampoerna kini resmi bersaing dengan PT Antam dan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS). Kedua pemain ini telah lebih dulu menguasai pasar logam mulia emas 24 karat.

    Untuk pasar logam mulia dengan kandungan emas 99,99 persen tersebut, Antam saat ini menguasai 90 persen pangsa pasar dan UBS sekitar 10 persen. "Kami targetkan bisa menguasai 5 persen sampai akhir tahun 2020," kata CEO Sampoerna Gold Indonesia, John Aryananda dalam acara peluncuran WARIS di Gedung Sampoerna Strategic di Karet, Jakarta Selatan, Senin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.