Bappenas Jadikan Jawa Tengah sebagai Acuan Pembangunan Nasional

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga petugas Dinas Kebersihan dan Pertamamanan Kota Semarang dengan motor penyedot debu trotoar atau disebut Green Machine berangkat untuk membersihkan pedestarian yang ada di kawasan Simpang Lima, Semarang, 6 Februari 2017. Alat ini selain membersihkan debu di trotoar juga dapat mengkilapkan keramik yang terpasang di jalur pedestarian jalan-jalan protokol kota Semarang. Foto: Budi Purwanto

    Tiga petugas Dinas Kebersihan dan Pertamamanan Kota Semarang dengan motor penyedot debu trotoar atau disebut Green Machine berangkat untuk membersihkan pedestarian yang ada di kawasan Simpang Lima, Semarang, 6 Februari 2017. Alat ini selain membersihkan debu di trotoar juga dapat mengkilapkan keramik yang terpasang di jalur pedestarian jalan-jalan protokol kota Semarang. Foto: Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas menjadikan Provinsi Jawa Tengah sebagai acuan pembangunan tingkat nasional karena capaian serta prestasi yang telah diraih provinsi beribu kota Semarang itu.

    "Jateng kami jadikan role model karena meraih penghargaan pembangunan daerah 2019 tingkat nasional. Apa yang dilakukan Jateng akan kami bukukan agar menjadi panduan daerah lain dalam membangun daerahnya," kata Direktur Pemantauan Evaluasi Pengendalian Pembangunan Daerah Bappenas Agustin Ariyana di Semarang, Senin, 11 November 2019.

    Dengan begitu, nantinya capaian dan prestasi Provinsi Jawa Tengah dalam pembangunan daerah tersebut akan dibukukan dan digunakan Bappenas sebagai panduan kepada daerah lain di Indonesia. Terkait dengan rencana itu, tim dari Bappenas melakukan wawancara dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ruang kerjanya.

    Lebih jauh Agustin menjelaskan bahwa buku tersebut nantinya akan membahas tentang praktik cerdas untuk pembangunan daerah dan buku ini akan disebar ke daerah-daerah lain yang perlu belajar ke Jawa Tengah tentang bagaimana cara melakukan pembangunan daerah yang baik.

    "Buku ini akan menjadi alternatif solusi bagi daerah lain yang ingin mencontoh Jawa Tengah karena kalau mau belajar langsung kan terkendala transportasi, tempat dan sebagainya. Kami bantu fasilitasi melalui buku ini," ujar Agustin.

    Agustin menyebutkan buku itu berisi tentang kiat-kiat Gubernur Ganjar Pranowo dalam membangun Jawa Tengah dan berbagai hal akan dimasukkan, termasuk gaya komunikasi Ganjar dan cara-cara unik yang dilakukannya dalam memimpin provinsi ini.

    "Misalnya saat Musrenbang, hanya Jawa Tengah yang melakukan Musrenbang di setiap wilayah eks karesidenan. Selain komunikasi Pak Ganjar juga bagus karena menangkap semua aspirasi masyarakat. "Dilibatkannya perempuan, anak dan disabilitas dalam Musrenbangwil Jateng juga sangat perlu dicontoh."

    Tidak hanya itu, berbagai program pembangunan Jateng yang dilakukan Ganjar seperti soal integritas, pelayanan publik, investasi, bahkan masalah-masalah sosial juga akan dipaparkan dalam buku itu. Hal ini termasuk Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng) yang menurut Bappenas sangat perlu diterapkan daerah lain.

    Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo menyambut baik diterbitkannya buku praktik cerdas untuk membangun daerah oleh Bappenas. Terlebih jika buku itu dapat menjadi acuan daerah lain untuk bisa maju bersama. 

    Ganjar mengaku ingin semua inovasi dan capaian yang terbaik dari masing-masing daerah disatukan dan dijadikan program secara nasional. "Dengan begitu, maka pembangunan Indonesia akan terarah dan memiliki standar jelas," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.