Menteri PUPR: Digitalisasi Sektor Konstruksi Berjalan Lambat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kedua kanan) bersama Anggota Komisi V DPR Ridwan Bae (kanan) melewati jembatan Rahabangga saat kunjungan kerja peninjauan banjir di Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis 20 Juni 2019. Komisi V DPR dan Kementerian PUPR mengidentifikasi jalan, jembatan, infrastruktur jalan dan hal strategis lainnya yang rusak akibat banjir di Sulawesi Tenggara. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kedua kanan) bersama Anggota Komisi V DPR Ridwan Bae (kanan) melewati jembatan Rahabangga saat kunjungan kerja peninjauan banjir di Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis 20 Juni 2019. Komisi V DPR dan Kementerian PUPR mengidentifikasi jalan, jembatan, infrastruktur jalan dan hal strategis lainnya yang rusak akibat banjir di Sulawesi Tenggara. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut industri konstruksi Tanah Air lambat dalam memberdayakan digitalisasi. Padahal, digitalisasi justru merupakan hal penting guna meningkatkan daya saing konstruksi nasional.

    "Industri konstruksi adalah industri yang paling lambat menggunakan digitalisasi,mbere" kata Basuki Hadimuljono dalam pembukaan Forum Engineering 10 di Jakarta, Selasa 12 November 2019.

    Menurut Basuki, digitalisasi di bidang konstruksi adalah hal penting karena lima tahun mendatang, salah satu fokus pemerintah masih terkait infrastruktur, termasuk meningkatkan daya saing global. 

    Ditemui seusai acara, Menteri Basuki mendorong pemanfaatan digitalisasi dalam bidang konstruksi misalnya melalui standardisasi BIM atau Buiding Information Modeling. Dengan demikian, ada berbagai hal yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku sektor konstruksi Nusantara, antara lain adalah efisiensi dalam membangun.

    Sebelumnya, Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia Prakash Chandran menyatakan, revolusi industri keempat yang didukung oleh digitalisasi merupakan kunci transformasi industri di Indonesia. Prakash Chandran menyatakan, pihaknya siap menjadi mitra kolaborasi utama dalam proses perwujudan transformasi industri di Indonesia sebagai bagian program nasional Making Indonesia 4.0.

    "Digitalisasi merupakan elemen penting menuju perubahan ke arah positif, efisiensi, keberlanjutan dan keamanan yang lebih besar," kata Prakash di sela gelaran "Siemens Digitalize Indonesia 2019".

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.