Pefindo Biro Kredit: 46 Persen Debitur Berisiko Tinggi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pefindo Biro Kredit Beroperasi Akhir 2016

    Pefindo Biro Kredit Beroperasi Akhir 2016

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Biro Kredit mencatat 46 persen debitur memiliki risiko tinggi. 

    Direktur Utama PT Pefindo Biro Kredit Yohanes Arts Abimanyu mengatakan terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tingginya risiko kredit.

    Dari data yang tercatat, 46 persen debitur masuk dalam kategori risiko tinggi. "Nah, berdasarkan karakter tersebut profil risiko yang ada di data base di level 46 persen adalah high risk," ujarnya di Jakarta, Senin 11 November 2019.

    Faktor internal, katanya, seperti kemauan untuk membayar utang juga memengaruhi risiko kredit.

    Selain itu, faktor eksternal seperti pelemahan ekonomi juga bisa membuat debitur memiliki kemampuan melunasi utang yang lebih rendah.

    Dengan kombinasi ukuran pada kemampuan dan kemauan membayar utang, pihaknya mengeluarkan skor yang menggambarkan risiko kredit.

    Kendati demikian, dia tak dapat memberikan gambaran spesifik profil risiko kredit pada perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pastinya, dia menyebut 46 persen mencakup perusahaan swasta dan perusahaan pelat merah.

    "(BUMN) termasuk di dalam data base kami juga. Ada BUMN tapi kami tidak dipisahkan antara BUMN dan non-BUMN," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).