Luhut Minta Adhi Karya Memulai Studi untuk Jalur Lintas LRT

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kiri) saat meninjau prosesi pengangkatan gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) pertama di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Jakarta, AhAd, 13 Oktober 2019.  sarana proyek LRT Jabodebek dibangun oleh PT INKA bersama PT KAI dan PT LEN. Sedangkan prasarana LRT dibangun oleh PT Adhi Karya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kiri) saat meninjau prosesi pengangkatan gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) pertama di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Jakarta, AhAd, 13 Oktober 2019. sarana proyek LRT Jabodebek dibangun oleh PT INKA bersama PT KAI dan PT LEN. Sedangkan prasarana LRT dibangun oleh PT Adhi Karya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta PT Adhi Karya (Persero) Tbk mulai melakukan studi untuk perpanjangan jalur lintas LRT Jabodebek hingga ke Bogor. Luhut berpendapat, proses desain dan konstruksi lintasan LRT ke Bogor seharusnya bisa lebih cepat karena pembangunannya di atas tanah bukan melayang atau di bawah tanah.

    "Dan bersamaan, sekarang juga sudah mulai studi ke Bogor. Jadi kita berharap nanti lebih cepat (pembangunannya) karena lebih banyak yang di bawah, tidak elevated," kata Luhut di sela acara pengecoran terakhir jembatan lengkung bentang LRT di Kuningan, Jakarta, Senin 11 November 2019. 

    Adapun Direktur Utama PT Adhi Karya Budi Harto menjelaskan, pembangunan LRT tahap II, yakni untuk lintas Cibubur-Bogor masih dalam proses desain. "Tinggal nanti tunggu instruksi pemerintah kapan mulai, kami siap menjalankan," ujarnya pada kesempatan yang sama.

    Meski proses desain belum rampung, lintasan LRT sepanjang 25 km itu diproyeksikan akan membutuhkan investasi sekitar Rp12 triliun. Perkiraan waktu pengerjaan yang dibutuhkan sekitar tiga tahun.

    Ada pun skema pendanaan LRT lintas jalur ini nanti juga akan ditentukan oleh pemerintah dengan berbagai opsi, termasuk skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha seperti yang dilakukan pada tahap pertama untuk tiga lintasan, yakni Cawang-Cibubur, Cawang-Bekasi Timur dan Cawang-Dukuh Atas. "Sekitar Rp12 triliun tapi belum dihitung. Tinggal tunggu kapan groundbreaking, kita siap," kata Budi Harto.

    PT Adhi Karya (Persero) Tbk menjadi kontraktor dalam pembangunan LRT Jabodebek sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 65 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit Terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

    Proyek transportasi massal itu akan terbentang sepanjang 90 km di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Pada tahap pertama, nilai pekerjaan proyek LRT mencapai Rp22,8 triliun (sudah termasuk pajak).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?