Jumlah Pengguna Pinjaman Online di Daerah Ini Tumbuh 136 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing dalam Seminar Nasional

    Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing dalam Seminar Nasional "Perlindungan Konsumen Pinjaman Fintech" di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa, 29 Oktober 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jasa pinjaman online fintech peer-to-peer lending di Sumatera Selatan tumbuh pesat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jumlah peminjam di Sumatera Selatan mencapai 229.841 orang dengan total pinjaman Rp754 miliar.

    Angka ini meningkat 136 persen (ytd) per September 2019. Sedangkan, untuk lender (pemberi pinjaman) berjumlah 7.193 orang.

    “Dari total 127 fintech yang terdaftar, ada 229.841 orang di Sumsel yang telah memanfaatkannya. Sejauh ini pertumbuhan cukup pesat, meski secara potensi sebenarnya ini belum tergarap maksimal,” kata Kepala OJK Regional VII Sumatera Bagian Selatan Panca Hadi Suryatno, di Palembang, Senin 11 November 2019. 

    Jika merujuk jumlah penduduk Sumatera Selatan yang sekitar delapan juta jiwa maka, kata dia, belum sampai 10 persen penduduk yang mengakses fintech ini.

    Demikian juga secara nasional. Dari 270 juta jiwa penduduk, baru tercatat 14.359.918 jumlah pemilik rekening peminjam per September 2019.

    Sejauh ini 127 fintech yang terdaftar itu telah menyalurkan pinjaman senilai Rp60,41 triliun per September 2019 atau meningkat 166,51 persen (ytd), dengan outstanding pinjaman mencapai Rp10,18 triilun atau meningkat 101,83 persen (ytd). Sedangkan akumulasi rekening lender 558.766 entitas atau meningkat 168,28 persen (ytd).

    “Nah, untuk Sumatera Selatan, sejauh ini belum ada fintech lokal. Kami berharap beberapa tahun ke depan, lahir lembaga jasa fintech dari daerah ini,” kata dia.

    Sampai Agustus 2019, sebanyak 48 perusahaan fintech telah masuk ke dalam 15 kluster inovasi keuangan digital. Sementara itu, 127 fintech P2P Lending telah mengantongi tanda terdaftar dari OJK. Dari jumlah itu, tujuh pemain telah mengantongi izin permanen.

    Menurut Panca, berkembangnya fintech ini juga harus diimbangi oleh peningkatan literasi keuangan masyarakat mengingat pertumbuhan yang terjadi telah membuat oknum tak bertanggung jawab melancarkan operasi fintech ilegal.

    "Edukasi ini sangat penting, yakni bagaimana agar masyarakat memanfaatkan fintech yang terdaftar di OJK agar dapat terlindungi. Seperti diketahui fintech ilegal kerap memberikan bunga yang tinggi, dan metode penagihan yang tidak manusiawi," kata Panca.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.