Kemenkumham Sediakan 4.598 Kursi CPNS 2019, 657 untuk Lulusan SMA

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjelasan tentang persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS dalam jabatan Dokter, Dokter gigi, Dokter pendididkan klinis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa.

    Penjelasan tentang persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS dalam jabatan Dokter, Dokter gigi, Dokter pendididkan klinis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahun ini Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia membuka kesempatan bagi yang berminat mengabdi sebagai ASN dengan membuka 4.598 lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 

    Tak semuanya harus lulusan perguruan tinggi. Kemenkumham juga menyediakan ribuan lowongan untuk lulusan SMA/SLTA atau sederajat. Bahkan, ini menjadi pos yang paling banyak dibandingkan dengan unit kerja lain.

    Kemenkumham membutuhkan 2.497 penjaga tahanan pria dan 277 penjaga tahanan wanita lewat seleksi CPNS 2019. Kemenkumham juga mengalokasikan tenaga sipir khusus untuk putra-putri dari Papua (71 pria dan 8 wanita) dan Papua Barat (20 pria dan 2 wanita). Sehingga total dibuka 2.875 formasi untuk sipir.

    Selain itu, masih ada 657 lowongan CPNS lagi untuk lulusan SMA yaitu sebagai Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana/Pemula, yang terbagi atas formasi umum (528 pria dan 60 wanita) dan formasi khusus putra-putri Papua (59 pria dan 7 wanita) dan Papua Barat (2 pria dan 1 wanita).

    Dalam pegumumannya, Kemenkumham membuka kesempatan warga negara yang memenuhi syarat untuk melamar sebagai CPNS 2019 di 14 unit kerja. Pendaftaran akan mulai dilakukan pada hari ini Senin 11 November 2019.

    Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal https://sscasn.bkn.go.id mulai 11 s.d 25 November 2019 dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) peserta dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepala keluarga pada Kartu Keluarga (KK) atau Nomor Kartu Keluarga (KK).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.