Waktu Pendaftaran CPNS 2019 Lebih Panjang, BKN: Server Aman

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panitia Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mengecek komputer jinjing yang akan dipakai untuk tes seleksi kompetesi dasar CPNS serentak di Gedung Serbaguna, Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat, 26 Oktober 2018. Sebanyak 31.400 pelamar yang lolos dalam tahap administrasi akan mengikuti tes seleksi kompetesi dasar CPNS untuk memenuhi kuota 4.550 PNS, yang dibagai menjadi 277 formasi untuk ditempatkan di Pemerintah Kota Tasikmalaya. ANTARA

    Panitia Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mengecek komputer jinjing yang akan dipakai untuk tes seleksi kompetesi dasar CPNS serentak di Gedung Serbaguna, Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat, 26 Oktober 2018. Sebanyak 31.400 pelamar yang lolos dalam tahap administrasi akan mengikuti tes seleksi kompetesi dasar CPNS untuk memenuhi kuota 4.550 PNS, yang dibagai menjadi 277 formasi untuk ditempatkan di Pemerintah Kota Tasikmalaya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan server untuk pendaftaran calon pegawai negeri sipil atau CPNS pada hari ini telah siap. "Server BKN siap. Dukcapil juga siap," kata Kepala BKN Bima Haria Wibisana dalam pesan singkat, Ahad, 10 November 2019.

    Bima menjelaskan, di hari pertama pendaftaran, biasanya para pendaftar/pelamar akan melihat terlebih dulu lowongan CPNS yang tersedia melalui situs pemerintah. Peserta biasanya akan mengukur peluang mereka pada masing-masing formasi yang diincar.

    "Hari pertama diperkirakan peserta akan window shopping dulu, melihat lowongan dan menghitung potensi kompetisinya," kata Bima.

    Adapun pendaftaran, menurut Bima, baru akan dilakukan di hari-hari terakhir. Pemerintah mengantisipasi jumlah pendaftar CPNS mencapai 4,5 juta orang layaknya terjadi tahun lalu.

    "Tahun lalu 4,5 jutaan pendaftar, antisipasinya di angka itu. Antisipasi pendaftaran pada hari-hari terakhir, mereka sudah banyak belajar dari pengalaman tahun lalu," kata Bima.

    Lebih jauh BKN mengimbau para pelamar CPNS membaca dengan teliti formasi yang dipilih dan syarat pendaftarannya, terutama lokasi dan pendidikan. "Tahun lalu banyak sekali yang gagal di seleksi administrasi karena tidak teliti membaca," tuturnya.

    Terkait adanya kekhawatiran server mengalami gangguan karena banyaknya CPNS yang mendaftar di satu waktu tertentu, Bima berharap kondisi pendaftaran tidak padat, karena waktu pendaftaran relatif panjang. "Insya Allah sudah siap, tahun ini waktu pendaftarannya agak panjang, semoga tidak crowded," ujar dia.

    Pemerintah membuka 152.250 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019, yang terbagi untuk 67 kementerian/lembaga dan 461 pemerintah daerah, di mana pendaftarannya akan dibuka tanggal 11-24 November 2019.

    Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, 152.250 formasi CPNS itu dibagi masing-masing 37.425 formasi untuk kementerian/lembaga, dan 114.861 formasi untuk pemerintah daerah.

    Berikut alur pendaftaran CPNS 2019:

    1. Pelamar mengakses portal SSCASN di https://sscasn.bkn.go.id mulai 11 November 2019.

    2. Pelamar membuat akun SSCN 2019 menggunakan NIK dan Nomor Kartu Keluarga atau NIK Kepala Keluarga.

    3. Pelamar melakukan log In menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan.

    4. Pelamar mengunggah foto diri memegang KTP dan Kartu Informasi Akun.

    5. Pelamar melengkapi biodata.

    6. Pelamar memilih formasi dan jabatan sesuai pendidikan.

    7. Pelamar melengkapi data.

    8. Pelamar mengunggah sejumlah dokumen yang diminta.

    9. Cek Resume, Cetak Kartu Pendaftaran SSCN 2019.

    10. Verifikasi pendaftaran dan seleksi oleh panitia.

    11. Pengumuman kelulusan.

    Adapun pendaftaran CPNS bisa dilakukan melalui situs https://sscasn.bkn.go.id mulai hari ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.