Pisah dari Garuda, Sriwijaya Air Dituntut Jaga Kelaikan Pesawat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti menjelaskan pertemuan Dirjen Perhubungan Udara, Airnav, dan tim Badan Pemenangan Nasional soal pesawat calon presiden Prabowo Subianto yang batal terbang di Bandara Halim Perdanakusuma Senin, 1 April lalu. Polana memberi penjelasannya di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat, 5 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti menjelaskan pertemuan Dirjen Perhubungan Udara, Airnav, dan tim Badan Pemenangan Nasional soal pesawat calon presiden Prabowo Subianto yang batal terbang di Bandara Halim Perdanakusuma Senin, 1 April lalu. Polana memberi penjelasannya di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat, 5 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Selepas pemutusan kerja sama operasional bersama Garuda Indonesia Grup, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan meminta Sriwijaya Air Group tetap menjaga kelaikudaraan dan keamanan operasional seluruh pesawatnya. Saat ini, jumlah pesawat Sriwijaya Air yang masih beroperasi sebanyak 11 unit dengan 32 rute yang dilayani. 

    Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B. Pramesti  menyatakan bakal terus memonitor dan memastikan terpenuhinya  aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan (safety, security , services dan compliance/3S+1C) dalam operasional penerbangan Sriwijaya Air. "Sriwijaya Air dan Nam Air wajib menjaga airworthiness dan safe for operation seluruh pesawat yang dioperasionalkan," kata Polana dalam siaran pers, Ahad 10 November 2019.

    Kemenhub juga ingin memastikan contingency plan dan mitigasi terhadap operasional penerbangan Sriwijaya Air berjalan dengan optimal. Dengan demikian,  pelayanan kepada konsumen tetap dapat dilaksanakan dengan baik.

    Polana menyebut telah menugaskan inspektur penerbangan baik dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) dan Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU) untuk terus melakukan pengawasan. 

    Sriwijaya Air dan Nam Air diminta harus memastikan tetap akan memberikan kualitas pelayanan dalam memenuhi kewajiban kepada pengguna jasa sesuai dengan SOP yang disampaikan kepada Ditjen Hubud. Selain itu, memastikan telah melakukan kontrak kerja sama dengan pendukung operasional penerbangan untuk menjaga keselamatan penerbangan.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.