Rambah Bisnis Warteg Wahyoo, Siapa Saja Investor Mitra Gibran?

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gibran Rakabuming Raka menunjukkan minuman racikannya di sela peresmian Goola X Mangkok Ku di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. TEMPO/Nurdiansah

    Gibran Rakabuming Raka menunjukkan minuman racikannya di sela peresmian Goola X Mangkok Ku di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming, makin menancapkan kukunya di bisnis kuliner nusantara. Terakhir, Gibran  mengungkap lini baru bisnisnya yakni di bisnis warteg digital Wahyoo.

    Dalam acara Pikniknye Wahyoo di Dufan, Ancol, Gibran mengungkapkan bahwa ia merupakan salah satu investor warteg digital Wahyoo.  "Di sini saya ingin bersilaturahmi dan mengenalkan diri sebagai investornya Wahyoo pada Masyu dan Mbakyu,” kata Gibran di hadapan sekira 3.000-an peserta Pikniknye Wahyoo, Ahad 10 November 2019.

    Meski demikian, Gibran dan Wahyoo tak bersedia mengungkap jumlah dana yang diinvestasikan. “Mulai investment dari awal kita belum disclose. Kita komitmen dengan para shareholder bahwa kita tidak menjelaskan berapa,” kata founder sekaligus CEO Wahyoo Peter Shearer.

    Wahyoo didirikan oleh Peter Shearer pada Juni 2017. Ada enam perusahaan yang juga tercatat sebagai investor Wahyoo bersama Gibran. Keenamnya yakni Agaeti Ventures, Kinesys Group, Chapter1 Ventures, SMDV, East Ventures dan Rentracks.

    Hingga saat ini, sudah ada 12.000 lebih warung kopi sampai warung tegal ikut bergabung dalam startup perusahaan sosial tersebut.

    Gibran berpendapat warung tegal alias warteg merupakan salah satu bagian dari budaya dan kearifan lokal Bangsa Indonesia.“Warteg bukan sekadar tempat makan tapi ini adalah budaya bangsa. Orang Indonesia makannya, ya, di warteg, makanya ini harus dilestarikan," kata Gibran. 

    Gibran mengatakan, bersama Wahyoo, dia ingin memajukan kuliner Indonesia dan menyejahterakan para pemilik warteg. “Makanya salah satunya ikut platform Wahyoo, jika gabung Wahyoo maka nanti akan diberi kemudahan-kemudahan misalnya ada fitur beli bahan baku, pembekalan atur keuangan dan lain-lain,” kata ayah Jan Ethes ini.

    Wahyoo dibentuk dari mimpi Peter Shearer yang ingin menciptakan efisiensi pengeluaran dan pengembangan pendapatan pengusaha warteg di Indonesia. Caranya, melalui platform teknologi serta program pemberdayaan usaha mikro bisnis tersebut.

    Beberapa contoh program dalam bisnis baru Gibran ini adalah dengan pengadaan rantai pasok (supply chain), membantu menciptakan model bisnis yang baru, dan penerapan program lokakarya Wahyoo Academy untuk meningkatkan kualitas pelayanan konsumen di tiap warteg.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.