Tips Mendeteksi Diskon Palsu Saat Belanja di Harbolnas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Front Page Cantik. Diskon Palsu. Shutterstock

    Front Page Cantik. Diskon Palsu. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung mengingatkan kepada para pembeli untuk mewaspadai diskon palsu saat Hari Belanja Online Nasional atau biasa disebut Harbolnas. Dia pun memberikan tips agar para pembeli terhindar dari diskon palsu.

    Untung mengimbau kepada konsumen berhati-hati dalam membeli produk dengan merencanakan daftar barang yang ingin dibeli dan memotret harga produk tersebut.

    Jika saat Harbolnas harga produk yang ingin dibeli melonjak hingga di atas 20 persen, Untung memastikan bahwa produk tersebut masuk ke dalam kategori diskon palsu.

    Selain itu, konsumen yang ingin membeli produk saat Harbolnas juga perlu membandingkan harga produk dengan toko lain atau bahkan platform lainnya. Hal itu bertujuan menghindari praktik diskon palsu yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

    Dalam hal ini, Untung mengatakan bahwa bukan hanya konsumen, tetapi idEA juga ingin mengedukasi pedagang agar tidak berbuat curang dan mementingkan keuntungan kilat dengan orientasi bisnis yang pendek.

    "Jika ada yang aneh-aneh, jangan beli. Kalau perlu beri review negatif, supaya pedagang juga belajar bahwa sekarang yang memegang kendali bukan brand owner melainkan konsumen," tutur Untung.

    Untung mengatakan baik dalam Harbolnas maupun tidak, ada saja pelaku yang memiliki orientasi bisnis pendek dan hanya mementingkan transaksi tinggi. Menurut Untung, diskon palsu pernah ditemui oleh idEA, baik secara daring maupun luring. Jika praktik ini terus berlanjut, dia khawatir kepercayaan publik pada industri e-commerce di Indonesia yang baru seumur jagung ini akan hancur. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.