Watsons Beri Diskon Hingga 60 Persen di Harbolnas 11.11

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Watsons Indonesia memanfaatkan Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 11.11 dengan menggelar 11.11 Shopping Fever pada 11 - 13 November 2019. Ritel produk kesehatan dan kecantikan itu menyasar antusiasme masyarakat dengan memberi promo diskon hingga 60 persen.

    Liis Muliawati, Presiden Direktur Watsons Indonesia, menyebut perkembangan ekonomi digital saat ini kian digandrungi masyarakat untuk berbelanja online. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk memberi inovasi sesuai kebutuhan konsumen.

    “Maka dari itu, Watsons selalu berinovasi dalam menghadirkan program yang mengedepankan kebutuhan pelanggan di seluruh pelosok Indonesia dengan kejutan spesial menjadikan Shopping Fever 11.11 sayang untuk dilewatkan,” katanya melalui rilis yang diterima Bisnis, Sabtu, 9 November 2019.

    Dia menjelaskan sejumlah penawaran promo Watsons Shopping Fever 11.11 selama Mega Days 11 – 13 November 2019 seperti diskon hingga 60 persen, dan voucher Rp. 25 ribu untuk first time shopper.

    Selain itu ritel tersebut membagikan voucher senilai Rp 110 ribu dengan menggunakan kode yang dapat ditemukan di Instagram Story @watsonsindo selama periode Mega Day.

    Adapula flash sale senilai Rp 1.000 khusus di jam 11 pagi, diskon 11 persen all item dengan maksimum diskon Rp 110 ribu, dan pelanggan bisa mendapatkan hadiah berupa Shopabox total Rp 11 juta untuk 11 orang top spender.

    "Produk-produk eksklusif yang sedang tren dihadirkan seperti brand makeup Maybelline, L'Oreal, Wardah, Make Over dan, Emina, produk skincare seperti Cetaphil, Biore UV, Bio Oil hingga produk personal care seperti merk Palmolive dan masih," Presdir Watsons Indonesia tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.