Demi Sneakers Lokal Compass, Pengunjung Sampai Rela Menginap

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean booth Compass di Jakarta Sneaker Day

    Antrean booth Compass di Jakarta Sneaker Day

    TEMPO.CO, Jakarta - Demam sneakers tak hanya untuk merek-merek asing tapi juga merek lokal. Salah satunya adalah merek Compass yang sedang digemari kawula muda.

    Hal ini terlihat dari antrean mengular para pengunjung di pameran sepatu Urban Sneaker Society 2019 di di District 8, Senayan, Jakarta, Jumat petang kemarin. Para pengunjung mengerumun mendekati kaca bening salah satu stan berdekorasi seperti tempat pangkas rambut asal Garut yang tertempel nama merek sepatu Compass.

    Dalam kesempatan ini, Compass merilis sepatu edisi terbatas yakni Compass 98 edisi vintange yang mengangkat gaya sepatu zaman dahulu (jadoel) vulkanisir dan populer pada 1950-an. Sepatu tersebut dibuat dari kain twill pada bagian atas dengan warna krem yang mengesankan sepatu itu sudah lama disimpan dan tidak dipakai.

    Kotak sepatunya juga tampak menarik, berwarna putih dan hijau, kental dengan nuansa jadoel. Hanya 1.600 pasang sepatu yang dijual dalam perhelatan tiga hari itu sehingga para pencinta sepatu sneakers bergegas mendapatkan jatah.

     

    Seorang pembeli asal Bekasi, Muhammad Gufron, mengaku bahkan rela menginap sejak Kamis malam sebelumnya di lantai bawah tanah gedung District 8 hanya demi mendapatkan kupon antrean pembelian sepatu edisi terbatas itu. Dia mengajak temannya untuk ikut serta agar bisa membeli dua pasang sepatu sebab setiap orang hanya boleh membeli sepasang per hari.

    "Satu buat di-review di YouTube. Satu lagi untuk dijual lagi," ujar Gufron sembari memperlihatkan kotak sepatu hasil antrean berjam-jam, Jumat, 8 November 2019.

    Salah satu alasan Gufron rela sampai harus menginap di lantai bawah tanah gedung itu adalah harga jual sepasang sepatu sekitar Rp 400 ribuan. "Kalau dijual lagi harganya bisa lebih tinggi, berlipat-lipat," katanya.

    Sepasang sepatu lainnya, kata Gufron, akan dipakai sendiri untuk beraktivitas. Karena belum banyak orang yang mengenakan sepatu itu, Gufron merasa ia lebih bergengsi ketika orang-orang memperhatikan alas kakinya yang diklaim langka. "Compass masih jarang yang pakai. Serasa dewa kalau ke kampus, kalau lewat dilihatin," ujarnya.

    Pameran sepatu "Urban Sneaker Society" (USS) mulai digelar di District 8 Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, pada 8 hingga 10 November 2019. Pameran itu menghadirkan koleksi eksklusif mulai dari sepatu Compass, Patta, hingga G-Shock.

    Selain pameran sepatu, ada pula pameran sneakers hasil kolaborasi dengan berbagai macam merek, baik dari Indonesia maupun mancanegara di antaranya dengan Public Culture, FR2, Atmos, hingga Round 2 by Sean Wotherspoon.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.