Pengusaha Travel Sebut Jumlah Jemaah Umrah Merosot di Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 432 marbot masjid dan majelis taklim yang akan diberangkatkan umrah, berdoa bersama di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Senin, 30 September 2019. Program Umrah untuk para pengurus masjid dan majelis taklim sendiri telah berlangsung selama 5 tahun. Foto/Facebook/Anies Baswedan

    432 marbot masjid dan majelis taklim yang akan diberangkatkan umrah, berdoa bersama di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Senin, 30 September 2019. Program Umrah untuk para pengurus masjid dan majelis taklim sendiri telah berlangsung selama 5 tahun. Foto/Facebook/Anies Baswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Dream Tour, Muhammad Umar Bakadam mengatakan dalam beberapa waktu terakhir terjadi penurunan jumlah peserta umrah dari Tanah Air. Ia tidak menampik bahwa penurunan tersebut disebabkan pelemahan ekonomi yang tengah terjadi secara global.

    "Memang jumlah jemaah menurun, kalau kita lihat November 2019 juga menurun," ujar dia di Bandara Soekarno - Hatta, Jakarta, Jumat, 8 November 2019. Ia mengatakan penurunan itu bisa mencapai 15 persen ketimbang musim sebelumnya.

    Menurut Umar, salah satu hal yang memicu turunnya jumlah jemaah haji adalah kenaikan tarif visa ke Tanah Suci sejak September lalu. Ia menyebut kenaikan tersebut cukup tinggi, dari US$ 35 menjadi US$ 180 per orang.

    Meski dihantam berbagai kendala ekonomi, Umar mengatakan pengusaha travel umrah tetap berupaya keras agar jumlah peserta tidak turun begitu dalam. "Kami harus optimistis bahwa akan nambah."

    Adapun strategi yang diterapkan adalah dengan memasang harga promo alias banting harga. Contohnya saja, saat ini ia mengatakan tarif umrah dari Jakarta dipatok relatif terjangkau yaitu Rp 12.700.000 untuk kelas ekonomi dan Rp 18.700.000 untuk kelas bisnis dengan layanan lengkap.

    Umar mengatakan perseroan resmi menggandeng Batik Air untuk melayani paket penerbangan umrah kelas premium. Penerbangan akan mulai diselenggarakan pada 10 Desember 2019.

    Pada tahap awal, ujar dia, penerbangan umrah menggunakan Batik Air hanya akan dilakukan 3 kali dalam sepekan. Jumlah itu akan terus bertambah seiring waktu. "Januari targetnya enam flight per pekan, Maret delapan flight."

    Pada Oktober 2020, ditargetkan penerbangan bisa mencapai 21 kali dalam sepekan dengan adanya tambahan armada pesawat anyar. Untuk memperluas cakupan, ia mengatakan penerbangan dapat dilakukan dari kota-kota besar dengan bandar udara yang landasannya mendukung pesawat Airbus A330.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.