CPNS 2019, Kementerian ATR Buka 727 Kursi untuk 11 Jabatan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjelasan tentang persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS dalam jabatan Dokter, Dokter gigi, Dokter pendididkan klinis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa.

    Penjelasan tentang persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS dalam jabatan Dokter, Dokter gigi, Dokter pendididkan klinis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) membuka 11 jabatan dengan total 727 formasi untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2019 ini. Pendaftaran CPNS tersebut sudah bisa dilakukan mulai 11 November 2019.Hal tersebut tertuang dalam Surat Pengumuman Kementerian ATR/BPN Nomor 4985/ Peng-100.KP.01.01/2019 tentang Penerimaan CPNS tahun 2019.

    "Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) memberi kesempatan kepada putra putri terbaik bangsa yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Tahun 2019," tulis surat tertanggal, Kamis, 7 November 2019.

    Adapun dari kesebelas jabatan yang dibuka oleh Kementerian ATR/BPN tersebut dengan rincian yang dibutuhkan antara lain :

    1. Ahli Pertama Penata Ruang Sarana,  2 formasi
    2. Ahli Hukum Pertanahan, 37 formasi
    3. Analis Informasi, 4 formasi
    4. Analis Keuangan, 36 formasi
    5. Analis Perencanaan Kerja Sama, 30 formasi
    6. Analis Pertanahan, 81 formasi
    7. Analis Survei, Pengukuran dan Pemetaan, 50 formasi
    8. Pengelola Keuangan, 49 formasi
    9. Pengelola Pertanahan, 89 formasi
    10. Pengelola Data Pengukuran dan Pemetaan, 50 formasi
    11. Petugas Ukur, 299 formasi

    Selanjutnya, jabatan nomor 1-7 diperuntukkan kepada pendidikan minimal Strata-1. Lalu untuk nomor 8,9,10 untuk minimal pendidikan D-III, dan nomor 11 untuk pendidikan minimal D-1.

    Untuk persyaratan formasi umum dan formasi khusus putra-putri lulusan terbaik pada saat mendaftar di Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (selanjutnya disebut SSCASN), telah berusia minimal 18 tahun dan maksimal berumur 28 tahun untuk semua jenjang pendidikan yakni S1, D-III, dan D-I. Namun, untuk formasi disabilitas usia maksimal bisa sampai 35 tahun.

    Kemudian untuk minimal pendidikan S-1 dan D-III harus memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 2,75, lalu untuk D-1 minimal IPK 2,00. Para peserta seleksi adalah lulusan perguruan tinggi negeri dalam negeri dengan program studinya sudah terakreditasi pada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (BAN-PT) dan/atau Pusdiknakes/LAM-PTKes pada saat kelulusan yang dibukukan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada ijazah.

    Lalu lulusan perguruan tinggi luar negeri harus dapat menyetarakan ijazahnya dan penyetaraan nilai IPK dalam skala 4 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.