Citilink Resmi Buka Rute Denpasar-Perth dan Denpasar-Kuala Lumpur

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat

    Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat "Proving Flight" di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis 2 Mei 2018. Uji coba perdana pesawat komersial dengan rute penerbangan CKG-YIA-CKG tersebut menjadi salah satu bagian persiapan operasional YIA. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Denpasar - Maskapai berbiaya hemat (Low Cost Carrier/LCC) Citilink Indonesia resmi membuka dua rute baru internasional yaitu dari Denpasar ke Perth, Australia; dan Denpasar ke Kuala Lumpur, Malaysia.

    Direktur Utama Citilink Juliandra di Denpasar, Bali, Jumat, 8 November 2019, mengatakan kedua rute internasional baru tersebut merupakan rute yang cukup strategis dan diyakini mampu menarik minat masyarakat terutama para wisatawan milenial (millenials traveller).

    "Selain Australia, rute dari Denpasar ke Kuala Lumpur juga memiliki pasar yang cukup menjanjikan, terutama para wisatawan mancanegara dari Kuala Lumpur yang ingin berlibur ke Pulau Dewata," ujar Juliandra.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa wisatawan mancanegara asal Malaysia dan Australia menjadi wisatawan dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak ke Indonesia.

    Wisatawan Malaysia menjadi wisatawan dengan jumlah kunjungan terbanyak yaitu mencapai 2,34 juta kunjungan dan wisatawan Australia menjadi wisatawan dengan jumlah kunjungan terbanyak keempat yaitu 1,02 juta kunjungan selama periode Januari-September 2019.

    Rute Denpasar-Perth dan Denpasar-Kuala Lumpur merupakan rute penerbangan Citilink yang ke-7 dan ke-8 setelah sebelumnya anak usaha Garuda itu telah membuka berbagai rute internasional lainnya yaitu Jakarta-Penang, Jakarta-Kuala Lumpur, Surabaya-Kuala Lumpur, Jakarta-Phnom Penh, Denpasar-Dili, dan Denpasar-Kunming.

    Juliandra optimistis dapat mencapai target keterisian kursi (Seat Load Factor/SLF) sebesar 75 persen pada Denpasar-Perth dan 77 persen pada rute Denpasar-Kuala Lumpur mengingat Bali merupakan destinasi wisata primadona Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia.

    Ia menambahkan sebagai maskapai yang mendapat penghargaan LCC bintang 4 versi Skytrax selama dua periode berturut-turut, Citilink sangat mengutamakan layanan dan kenyamanan penumpang termasuk memiliki konfigurasi yang cukup luas dengan ruang kaki yang lega (spacious leg room), serta layanan terbaru lainnya walaupun dengan harga tiket yang cukup terjangkau.

    "Hal ini menjadi keunggulan Citilink yang kami harapkan mampu menarik masyarakat untuk terbang bersama kami ke rute-rute internasional baru ini," kata Juliandra.

    Rute tersebut juga diharapkan mampu memudahkan wisatawan Malaysia dan Australia yang memiliki rencana penerbangan lanjutan ke Perth maupun Kuala Lumpur mengingat kedua penerbangan tersebut memiliki jadwal yang terhubung.

    Jadwal penerbangan Denpasar-Perth dengan nomor penerbangan QG 542 beroperasi setiap hari menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang pada pukul 01:00-04:40 WITA. Sedangkan rute Perth-Denpasar dengan nomor penerbangan QG 543 beroperasi setiap hari pukul 09:40-13:30 waktu setempat.

    Dengan jadwal tersebut para wisatawan dari Perth bisa tiba di Denpasar tepat sebelum jam check-in hotel dan ketika kembali ke Perth pun masih bisa menikmati siang dan matahari terbenam di Bali.

    Sementara itu, penerbangan Denpasar-Kuala Lumpur dengan nomor penerbangan QG 525 beroperasi setiap hari menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang pada pukul 14:45-17:40 WITA. Rute Kuala Lumpur-Denpasar dengan nomor penerbangan QG 527 beroperasi setiap hari pukul 18:35-22:05 waktu setempat.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.