Sambangi Luhut Pandjaitan, Prabowo Minta Saran Soal Pertahanan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019. Prabowo dan sejumlah menteri bersiap mengikuti rapat terbatas tentang program dan kegiatan bidang politik, hukum dan keamanan di Kantor Presiden. TEMPO/Subekti.

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019. Prabowo dan sejumlah menteri bersiap mengikuti rapat terbatas tentang program dan kegiatan bidang politik, hukum dan keamanan di Kantor Presiden. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertandang ke Kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan pada Kamis sore, 7 November 2019. Tak banyak bicara Prabowo yang mengenakan setelan kemeja berwarna krem mengatakan kedatangannya ke sana untuk rapat.

    Tak begitu lama, Prabowo turun bersama Luhut dan menuju ke arah mobilnya. Kali itu lah ia menjelaskan maksud kedatangannya tersebut.

    Bekas calon presiden itu mengatakan kunjungannya itu dilakukan sebagai junior Luhut dan rekan di Kabinet Indonesia Maju. "Beliau kan senior saya dan Menko Bidang Kemaritiman, saya tentunya minta saran, minta pemikiran beliau," kata Prabowo selepas kunjungannya.

    Prabowo mengatakan di awal periode ini tengah melakukan kunjungan keliling ke semua menteri di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia berjanji menyambangi satu per satu koleganya untuk meminta masukan masalah pertahanan.

    Selain mengunjungi rekan-rekan menteri, Prabowo sebelumnya telah menyambangi PT Pindad. Selepas lawatannya, ia mengaku bangga dan mengatakan akan menjalankan instruksi presiden untuk membangun alat-alat pertahanan di dalam negeri.

    Sebelumnya, Jokowi telah memerintahkan Prabowo untuk mengembangkan industri pertahanan strategis dalam negeri. Ia ingin Prabowo memanfaatkan dengan betul anggaran pertahanan sehingga bisa memenuhi minimum esensial force yang sudah ditetapkan.

    "Sedapat mungkin jangan sampai kita impor semuanya. Harus di anggaran yang ada, harus dimanfaatkan untuk pengembangan industri strategis dari hulu sampai ke hilir," katanya dalam pengantar rapat terbatas Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Jokowi menginstruksikan pula untuk menjalin kerja sama dengan BUMN dan pihak swasta terkait pengembangan industri pertahanan dalam negeri ini. "Kita ingin agar produk-produk yang ada itu bisa kita ekspor," ujarnya.

    CAESAR AKBAR | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.