Belanja Pemerintah Loyo, Kemenkeu: Triwulan IV 2019 Naik Lagi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani. ANTARA/Rosa Panggabean

    Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan atau Kemenkeu Askolani meyakini belanja pemerintah akan kembali meningkat pada triwulan IV 2019. Pada triwulan III 2019, angka tersebut tercatat tumbuh melambat dibanding tahun sebelumnya.

    "Iya memang (tumbuh melambat), kalau triwulan lalu itu lebih tinggi, kuartal III agak slow down, nanti akan naik lagi pada kuartal IV," ujar Askolani di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 7 November 2019.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) per kuartal III Tahun 2019 menunjukkan bahwa konsumsi pemerintah hanya tumbuh sebesar 0,98 persen year-on-year dan terkontraksi -0,79 persen dibanding triwulan sebelumnya.

    Askolani mengatakan pola tersebut bukanlah hal yang khusus. Ia pun membantah kondisi itu terjadi karena adanya transisi pemerintahan. "Enggak, biasa saja, normal saja," ujar dia. Ia menuturkan kondisi tersebut adalah proses saja dan pertumbuhan akan kembali cepat di triwulan IV 2019.

    Sebelumnya, BPS menyatakan bahwa penurunan ini disebabkan realisasi belanja barang dan jasa serta belanja sosial yang turun dibandingkan dengan kuartal III 2019. Penurunan realisasi belanja barang dan jasa terjadi terutama karena penurunan realisasi belanja dan jasa pada konsumsi individu terutama oleh belanja operasional dan belanja jasa.

    Adapun belanja bantuan sosial juga tercatat menurun akibat menurunnya belanja penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan sosial. Merujuk pada laporan realisasi APBN per 30 Juni 2019, nampak bahwa belanja kementerian dan lembaga berhasil tumbuh pada angka 15,66 persen dari tahun lalu.

    Hal ini terutama disokong oleh belanja sosial yang pada waktu itu tumbuh 57,37 persen (year-on-year). Per semester I 2019, belanja bantuan sosial tercatat terealisasi Rp 70,5 triliun atau 72,63 persen dari total anggaran belanja bantuan sosial sebesar Rp 97,06 triliun.

    Akibat dari penumpukan tersebut, belanja bantuan sosial per kuartal III 2019 tercatat secara akumulatif mencapai Rp 86,9 triliun. Dengan ini, belanja bantuan sosial yang dikeluarkan pada kuartal III 2019 sendiri hanya Rp 16,4 triliun.

    Secara keseluruhan, belanja kementerian dan lembaga yang telah dikeluarkan per 30 September 2019 mencapai Rp556,1 triliun. Sedangkan hingga semester I tahun 2019 belanja kementerian dan lembaga yang telah dikeluarkan mencapai Rp 342,3 triliun. Sehingga, belanja kementerian dan lembaga pada kuartal III 2019 sendiri mencapai Rp 213,8 triliun.

    CASEAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.