Wishnutama Berambisi Desa Bisa Nikmati Ekonomi Kreatif

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat jumpa media di Oeang Coffee Roastery, Jakarta Selatan, 5 November 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat jumpa media di Oeang Coffee Roastery, Jakarta Selatan, 5 November 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memiliki ambisi khusus dalam pengembangan ekonomi kreatif di tanah air. Salah satunya yaitu membawa ekonomi kreatif hingga ke pedesaan.

    “Jadi bagaimana ekonomi kreatif tidak hanya dinikmati orang orang perkotaan, tapi juga pedesaan, agar ekonomi kreatif ini bisa dinikmati oleh semua orang, tidak hanya di kota-kota besar,” kata Wishnutama dalam acara Dialog Nasional Ekonomi Kreatif yang diadakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Hotel Sultan, Kamis, 7 November 2019.

    Saat ini, ekonomi kreatif di Indonesia terus berkembang. Berdasarkan catatan Kadin, pada tahun 2017 ekonomi kreatif menyumbang PDB hingga Rp 1.000 triliun, kemudian meningkat Rp 1.105 triliun di tahun 2018, dan diprediksi bertumbuh menjadi Rp 1.211 triliun di tahun 2019. Dari angka tersebut, ada 3 subsektor unggulan yang menyumbang pertumbuhan tertinggi yakni kuliner, fashion dan kriya.

    Untuk mencapai ambisi ini, Wishnutama akan memanfaatkan pariwisata untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Saat ini, kementeriannya memiliki anggaran untuk pengembangan pariwisata sekitar Rp 4,3 triliun dan ekonomi kreatif hingga Rp 890 miliar. Maka, upaya pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata akan dilakukan sejalan.

    Salah satunya saat pengembangan sebuah daerah pariwisata. Menurut Wishnutama, tidak hanya infrastruktur yang harus dibangun di sana, tapi juga ekosistem, hospitality, maupun culture. “Jadi kita juga bangun ekosistem itu, agar masyarakat gak jadi penonton saja,” kata dia,

    Menurut Wishnutama, kesiapan dari masyarakat di sekitar destinasi wisata juga harus diutamakan. Sebab, turis akan kembali lagi ke sana, tidak hanya oleh keindahan alam, tapi juga keramahan dan kreativitas warganya. “Agar destinasi wisata ga hanya daya tarik alam yang indah, tapi bagaimana buat jauh lebih baik, itu usaha manusia, mengemasnya dengan kreativitas,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.