Incar Poyek Infrastruktur, Adhi Karya Siapkan Modal Rp 8 Triliun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penduduk melintasi area proyek pembangunan Stadion BMW, Jakarta, Jumat, 6 September 2019.  KSO Wijaya Karya (Wika) Gedung, Jaya Konstruksi, dan PP  dinyatakan unggul dalam persentasi kualitas dan inovasi dibandingkan pesaingnya, konsorsium yang dipimpin PT Adhi Karya. TEMPO/Tony Hartawan

    Penduduk melintasi area proyek pembangunan Stadion BMW, Jakarta, Jumat, 6 September 2019. KSO Wijaya Karya (Wika) Gedung, Jaya Konstruksi, dan PP dinyatakan unggul dalam persentasi kualitas dan inovasi dibandingkan pesaingnya, konsorsium yang dipimpin PT Adhi Karya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Adhi Karya (Persero) Tbk. menyatakan siap terlibat dalam investasi pada proyek-proyek infrastruktur dalam 5 tahun ke depan. Perseroan memperkirakan perlu belanja modal sebesar Rp 7-8 triliun untuk investasi proyek infrastruktur dalam lima tahun ke depan. 

    Direktur Pengembangan & QHSE PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) Partha Sarathi mengatakan bahwa beberapa proyek infrasruktur yang dibidik perseroan antara lain jalan tol, air minum, dan energi. Investasi pada proyek infrastruktur diharapkan memberi dampak pada perolehan kontrak konstruksi.

    "Kami tetap fokus di infrastruktur dan capex [capital expenditure] dalam 5 tahun kurang lebih Rp200 triliun. Kami tidak 100 persen, tergantung share-nya. Yang jelas, tujuannya feeding [perolehan kontrak] ke konstruksi," jelas Partha seperti dilansir Bisnis, 7 November 2019.

    Investasi pada proyek infrastruktur dinilai masih menjanjikan seiring rencana pemerintah menggenjot proyek-proyek kerja sama dengan badan usaha.

    Partha menambahkan, belanja modal untuk investasi proyek infrastruktur bisa diperoleh lewat beragam cara, mulai dari penyertaan modal hingga pinjaman dan penerbitan surat utang. Dia memperkirakan belanja modal yang bakal dirogoh untuk investasi dalam 5 tahun ke depan mencapai kisaran Rp7 triliun—Rp8 triliun.

    Menurut Partha, investasi pada proyek-proyek infrastruktur bakal terbuka, terlebih pemerintah bakal memulai pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

    Biaya pemindahan ibu kota negara mencapai Rp486 triliun. Sebanyak Rp265,20 triliun atau 54,60 persen biaya tersebut diharapkan berasal dari  kerja sama dengan badan usaha.

    Dalam catatan Bisnis, hingga saat ini ADHI sedikitnya terlibat dalam investasi enam proyek senilai Rp95 triliun. Dari enam proyek itu, ada tiga proyek jalan tol yang digarap perseroan bersama mitra dengan penyertaan modal bervariasi. Pada proyek jalan tol Solo—Yogyakarta, Adhi Karya bakal memegang porsi 40 persen, sedangkan di proyek jalan tol Cikunir—Ulujami sebesar 15 persen.

    Adhi Karya juga menguasai 3 persen saham di PT Jakarta Tollroad Development, pemegang konsesi 6 ruas tol dalam kota Jakarta. Selain jalan tol, ADHI juga terlibat dalam tiga proyek sistem penyediaan air minum (SPAM). Ketiga proyek tersebut yakni SPAM Karian Timur, SPAM Karian Barat, dan SPAM Dumai. Seluruh proyek ini merupakan prakarsa badan usaha (unsolicited) dan sejauh ini baru SPAM Dumai yang sudah memulai konstruksi.

    Partha menuturkan bahwa dalam 3 tahun—4 tahun ke depan, Adhi Karya juga berniat melakukan divestasi sejumlah aset yang sudah mulai memberi keuntungan (brownfield)."Sekarang masih greenfield, belum ada yang bisa divest. Perlu tiga sampai empat tahun lagi."

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.