Kiriman Paket PT Pos Indonesia Melonjak Lima Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan PT Pos Indonesia sedang menscan data kiriman yang akan dikirim ke Jawa Timur di Kantor Pos Jalan Imam Barjo, Semarang, 10 Juli 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    Karyawan PT Pos Indonesia sedang menscan data kiriman yang akan dikirim ke Jawa Timur di Kantor Pos Jalan Imam Barjo, Semarang, 10 Juli 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, JakartaPT Pos Indonesia (Persero) mengklaim lonjakan kiriman mencapai lima kali lipat dalam dua bulan sejak melayani bisnis pengiriman sehari sampai atau sameday delivery.

    VP Marketing PT Pos Indonesia Tata Sugiarta menuturkan sejak dirilis 9 September 2019 lalu, layanan sameday service Pos Indonesia Q9 melayani 4.000 kiriman per hari. 

    "Dari transaksi awal 800 per hari hingga sekitar 4.000 per hari dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan sejak peluncuran," katanya kepada Bisnis.com, Selasa 5 November 2019.

    Pengguna layanan tersebut meningkat berbarengan dengan momentum hari belanja online nasional (Harbolnas). Menurutnya, jumlah transaksi dalam program sameday service yang sudah berjalan ini akan terus meningkat seiring peningkatan aktivitas jual beli secara daring. 

    Khusus Harbolnas, Pos Indonesia akan mengeluarkan produk terbaru yang menopang aktivitas belanja daring tersebut. Dia belum mau merinci produk baru tersebut.

    "Harbolnas 11.11 kami siapkan produk baru khusus para pebisnis online, deskripsi masih dalam pengerjaan," katanya singkat.

    PT Pos Indonesia mengeluarkan layanan baru sameday service atau layanan pengiriman barang yang sampai di hari sama dengan maksimal pengantaran 9 jam.

    Kepala Pos Indonesia  Regional IV DKI Jakarta Onny Hadiono menuturkan layanan ini memberikan berbagai fasilitas yang dijamin berbeda dengan layanan sameday service pesaingnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?