Ribuan Pengusaha Logistik Berebut Pasar Konsumen E-commerce

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menaruh barang pesanan konsumen saat Harbolnas 2018 di Warehouse Lazada, Depok, Rabu, 12 Desember 2018. Harbolnas merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan bersama berbagai e-commerce di Indonesia pada 12 Desember 2018. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pekerja menaruh barang pesanan konsumen saat Harbolnas 2018 di Warehouse Lazada, Depok, Rabu, 12 Desember 2018. Harbolnas merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan bersama berbagai e-commerce di Indonesia pada 12 Desember 2018. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, JAKARTA - Direktur Riset Centre of Economic Reform (CORE) Piter Abdullah memprediksi salah satu sektor yang masih berpotensi tumbuh pesat dalam situasi perlambatan ekonomi saat ini ialah sektor transportasi dan pergudangan. Menurutnya, hal ini tak lepas dari booming ekonomi digital yang secara langsung mendesrupsi model bisnis sektor transportasi dan pergudangan. “E-commerce dan ride hailing jadi pemicunya,” katanya ketika dihubungi, Rabu 6 November 2019.

    Berkat e-commerce, ujar Piter, logistik jadi kebagian berkah positif. Sebab, kemudahan belanja masyarakat membikin orang tak lagi pergi ke pusat perbelanjaan. Segala transasksi dilakukan dengan mudah dan tinggal menunggu barang diantar oleh kurir logistik.

    Berdasarkan laman Statista, pengguna e-commerce di Tanah Air terus bertumbuh pesat. Pada tahun 2017 pengguna e-commerce di Indonesia mencapai 139 juta orang. Dua tahun berselang angkanya meningkat pesat hingga 154,1 juta di tahun 2018 dan diprediksi bakal menyentuh 168,3 juta jiwa.

    Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Masita mengatakan peluang besar dalam e-commerce menjadi target baru para anggotanya. Ada sekitar 4.100 pelaku logistik yang mengincar potensi pasar ini. Namun, ujar dia, memperebutkan kue yang menurut Riset e-Conomy 2019 dari Google, Temasek, dan Bain & Company senilai US$ 21 miliar tidaklah mudah.

    “Harus efisien dan cepat,” katanya. Kebutuhan akan tempat penyimpanan, katanya juga akan otomatis bertambah. Kebutuhan akan kendaraan transportasi pun secara otomatis terkerek untuk menyeimbangkan permintaan yang membesar. Dalam laporan Badan Pusat Statistik ihwal pertumbuhan ekonomi kuartal III 2019, sektor pergudangan jadi salah satu sektor lapangan usaha yang tak terkontraksi dengan pertumbuhan 6,63 persen dari periode yang sama tahun lalu.

    Berdasarkan data Asosiasi Logistik Indonesia, e-commerce sudah mengerek pengantaran barang yang dilakukan oleh entitas kurir secara signifikan. Lima tahun terakhir, e-commerce sudah meningkatkan kapasitas antaran menjadi empat juta paket sehari. Sebagai perbandingan, iklim e-commerce Cina yang sudah sangat maju membutuhkan kapasitas pengiriman paket hingga 130 juta paket sehari.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.