Rabu Sore Rupiah Melemah Akibat Sentimen Eksternal

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mendongkrak harga makanan dan minuman olahan usai Lebaran. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas melayani penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mendongkrak harga makanan dan minuman olahan usai Lebaran. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Rabu sore, 6 November 2019, terdepresiasi terhadap dolar AS akibat sentimen eksternal.

    Terpantau, pergerakan rupiah pada Rabu sore ini melemah 47 poin atau 0,34 persen menjadi Rp 14.015 per dolar AS dari sebelumnya Rp 13.968 per dolar AS.

    "Mata uang garuda melemah akibat sentimen eksternal. Sentimen yang mewarnai pasar masih seputar perkembangan hubungan AS-Cina," ujar Direktur Utama Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di Jakarta Rabu.

    Ia mengemukakan kedua negara di ambang menyetujui kesepakatan damai dagang fase pertama, dan pasar juga menantikan kepastian kapan perjanjian damai dagang fase pertama akan ditandatangani.

    "Salah satu poin yang menjadi perhatian pasar yakni menghapus rencana pengenaan bea masuk untuk importasi produk Cina senilai 156 miliar dolar AS yang sedianya berlaku 15 Desember," katanya.

    Di sisi lain, lanjut dia, sentimen bisnis di AS juga meningkat pada Oktober. Indeks sektor non-manufaktur ISM naik menjadi 54,7 dari 52,6 pada September, mengalahkan ekspektasi pasar. "Sentimen eksternal itu menambah tekanan bagi mata uang rupiah," ucapnya.

    Sementara sentimen dari dalam negeri, menurut Ibrahim, relatif cukup positif sehingga menahan tekanan rupiah lebih dalam. "Pasar optimistis melihat pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga yang cukup bagus," ujarnya.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, PDB Indonesia pada triwulan ketiga 2019 sebesar 5,02 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 tumbuh 5,04 persen.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 13.992 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.031 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.