DPR Minta LPS Tingkatkan Kepercayaan Nasabah terhadap Perbankan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Halim Alamsyah saat <i>open house</i> di rumah dinasnya di kawasan Kebayoran, Jakarta, Sabtu, 16 Juni 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Halim Alamsyah saat open house di rumah dinasnya di kawasan Kebayoran, Jakarta, Sabtu, 16 Juni 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi XI DPR meminta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meningkatkan kepercayaan nasabah untuk menyimpan uangnya di bank, sehingga merasa aman dan nyaman.

    “Komisi XI DPR meminta LPS untuk meningkatkan sosialisasi sekaligus edukasi langsung kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kepercayaan dan rasa aman terhadap simpanan nasabah di perbankan,” kata Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto di Jakarta, Rabu, 6 November 2019, pada rapat kerja bersama LPS dengan  agenda evaluasi kinerja 2019 dan rencana kerja 2020.

    Pada kesempatan tersebut, Komisi XI juga meminta Dewan Komisioner LPS untuk menyampaikan rencana kerja dan anggaran 2020 dan evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2019 sesuai dengan Pasal 87 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS.

    Dito menyampaikan Komisi XI juga mendukung penguatan LPS untuk memastikan Stabilitas Sistem Perbankan Indonesia.

    “Terakhir, Komisi XI meminta LPS sebagai anggota KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) untuk menyiapkan strategi dalam menghadapi krisis ekonomi di tengah menguatnya risiko pelemahan ekonomi global untuk disampaikan ke Komisi XI,” papar Dito.

    Pada kesempatan tersebut Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah menyampaikan bahwa industri perbankan dalam kondisi solid, yang tercermin dari berbagai indikator keuangan yang masih baik.

    Halim menyampaikan rata-rata rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) industri perbankan per September 2019 berada pada kisaran 23,28 persen dengan rentang permodalan per kelompok bank umum kelompok usaha (BUKU) berada pada 22,07 persen-25,37 persen.

    “Risiko kredit industri perbankan terpantau terkendali dengan rata-rata gross Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet sebesar 2,66 persen, relatif sama dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu,” kata Halim.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.