Tiket Pesawat Mahal, Wishnutama Temui Erick Thohir dan Budi Karya

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung tengah berburu tiket pada Astindo Travel Fair di Jakarta Convention Center, Jumat, 22 Februari 2019. Selain tiket pesawat murah, berbagai paket tour juga ditawarkan. TEMPO/Tony Hartawan

    Pengunjung tengah berburu tiket pada Astindo Travel Fair di Jakarta Convention Center, Jumat, 22 Februari 2019. Selain tiket pesawat murah, berbagai paket tour juga ditawarkan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta  – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengakui sering menerima kritikan melalui media soal mahalnya harga tiket pesawat yang saat ini masih belum menemui titik terang. Menurut dia, harga tiket pesawat yang terjangkau memang penting untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

    “Dari mulai sampah di busway sampai MRT complaint-nya ke saya, padahal ada pihak lain yang mengurusi ya. Begitu juga dengan harga tiket pesawat. Menurut saya, [harga tiket] harus dibuat terjangkau, tidak hanya untuk wisatawan mancanegara, tapi juga wisatawan domestik," kata Wishnutama saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa 5 November 2019. 

    Demi membahas harga tiket pesawat,  mantan bos NetTV yang akrab disapa Tama itu telah bertemu dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Tohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Mereka banyak membahas berbagai solusi yang mungkin diambil untuk menurunkan harga tiket pesawat.

    Menurut Tama, untuk merealisasikan keinginan masyarakat memang harus ada dukungan dari kementerian dan lembaga lain. Ini menjadi tantangan dari kementerian yang dipimpinnya.

    “Ini sudah saya bicarakan dengan Menteri BUMN , dan Menteri Perhubungan. Turis lokal kan juga ingin ke Labuan Bajo, enggak cuma wisman. Jangan sampai orang bilang ke luar negeri lebih murah daripada wisata dalam negeri," kata Tama.

    Pada kesempatan yang sama, Tama juga menjelaskan, alasan mengapa dirinya tidak banyak bicara kepada media setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo dan serah sesudah serah terima jabatan dengan Arief Yahya dan Triawan Munaf pada 23 Oktober 2019.

    Dirinya mengaku harus berkoordinasi terlebih dahulu kepada kementerian dan lembaga terlebih dahulu, guna menguatkan visi dan misi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Indonesia, karena harus didukung oleh banyak pihak.

    "Saya sudah koordinasi dengan banyak kementerian dan badan pemerintahan. Seperti dengan kementerian PUPR, Perhubungan, Kemendikbud, BNPB, bahkan Kapolri," ungkap Wishnutama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.