BPS: Indeks Tendensi Bisnis Kuartal III 2019 Menurun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto saat jumpa wartawan mengenai perkembangan ekspor dan impor di Gedung BPS Pusat, Jakarta Pusat, Senin 16 Oktober 2017. TEMPO/M. Julnis Firmansyah

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto saat jumpa wartawan mengenai perkembangan ekspor dan impor di Gedung BPS Pusat, Jakarta Pusat, Senin 16 Oktober 2017. TEMPO/M. Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka Indeks Tendensi Bisnis pada kuartal III 2019 sebesar 105,33 menurun dari kuartal II 2019 sebesar 108,81.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan kondisi bisnis pada kuartal III 2019 masih tumbuh tetapi optimisme pelaku usaha melemah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

    Secara terperinci, Suhariyanto menyebut komponen pembentuk Indeks Tendensi Bisnis (ITB) antara lain; pendapatan usaha, penggunaan kapasitas usaha, dan rata-rata jumlah jam kerja. Dia menyatakan, pada kuartal III 2019 pendapatan usaha tercatat 106,92 melemah dari kuartal II 2019 sebesar 114,44.

    Sementara itu penggunaan kapasitas usaha pada kuartal III 2019 tercatat 107,56, menurun dari kuartal II 2019 sebesar 110,73. Adapun rata-rata jumlah jam kerja pada kuartal III 2019 adalah 101.51 meningkat tipis dari kuartal sebelumnya 101,26.

    Secara umum, kata Suhariyanto, kondisi bisnis masih dalam persepsi yang optimistis. Adapun kategori lapangan usaha dengan indeks tendensi bisnis tertinggi adalah pengadaan listrik dan gas sebesar 116,67, disusul sektor jasa pendidikan sebesar 115,22, dan jasa keuangan serta asuransi masih optimistis dengan nilai indeks 114,71.

    Adapun sektor yang indeks tendensi bisnis mengalami kontraksi adalah pertambangan dan penggalian sebesar 101,14, disusul bisnis properti real estat sebesar 100,44. Dan yang terkontraksi di bawah 100 adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 98,81.

    Suhariyanto memperkirakan, pada kuartal IV 2019, ITB akan membaik dengan naik tipis menjadi 104,79. Kondisi ini dipicu dengan penutupan akhir tahun dan juga beberapa momentum hari raya dan liburan.

    “Seluruh lapangan usaha diperkirakan mengalami kenaikan, kecuali lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang stagnan,” kata Suhariyanto di Kantor BPS, Selasa, 5 November 2019.

    Secara teperinci, sektor yang diperkirakan tumbuh signifikan adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial pada nilai 116,28, lalu jasa keuangan dan asuransi sebesar 113,79, dan pengadaan listrik juga gas sebesar 113,02.

    Sementara itu, sektor usaha dan bisnis yang diperkirakan terkontraksi pada kuartal IV 2019 adalah perdagangan besar, grosir, dan eceran serta reparasi dan perawatan mobil juga motor pada nilai 103,21. Disusul sektor pertambangan dan penggalian sebesar 101,37, dan yang terlemah meski masih berada di atas 100 adalah pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi 100,34.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.