Tak Lagi Jadi Menteri, Jonan Terima Tabungan Hari Tua dan Pensiun

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengunggah potret hitam-putih berisi kenang-kenangan bersama bekas koleganya sesama menteri Jokowi, Susi Pudjiastuti, di akun Instagram, Sabtu, 26 Oktober 2019. instagram.com/ignasius.jonan

    Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengunggah potret hitam-putih berisi kenang-kenangan bersama bekas koleganya sesama menteri Jokowi, Susi Pudjiastuti, di akun Instagram, Sabtu, 26 Oktober 2019. instagram.com/ignasius.jonan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius  Jonan menerima hak tabungan hari tua dan hak pensiun sebagai menteri pada Kabinet Kerja 2014-2019 pada Senin, 4 November 2019.

    Jonan mengabarkan penerimaan pensiun dan tabungan hari tua itu melalui akun Instagram @ignasius.jonan. Uang pensiun dan dan tabungan hari tua itu diserahkan Direktur Operasional Taspen Ermanza bersama Direktur Keuangan Taspen ANS Kosasih, dan disaksikan oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Upik Jamil.

    Dikutip dari laman www.taspen.co.id, penggunaan dana APBN untuk pembayaran program pensiun PNS diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 82/PMK.02/2015 tentang Tata Cara Perhitungan, Penyediaan, Pencairan dan Pertanggungjawaban Dana Belanja Pensiun yang Dilaksanakan oleh PT TASPEN (PERSERO) dan PT ASABRI (PERSERO).

    Taspen menguraikan formula perhitungan pensiun seorang pejabat negara sebagai berikut. Bila presiden dan wakil presiden, akan mendapat pensiun sebesar 100 persen dari gaji pokok terakhir. Untuk janda, duda atau anak-anak berusia belum dewasa dari presiden dan wakilnya, mendapatkan 50 persen dari gaji pokok.

    Untuk pejabat setingkat menteri, akan mendapat pensiun sebesar 75 persen dari gaji pokok. Sedangkan janda, duda atau anak-anak akan mendapatkan pensiun 50 persen dari gaji pokok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.