Sri Mulyani Ungkap Penerimaan Pajak Melambat pada September

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bermain dengan siswa disela-sela Kemenkeu Mengajar di SDN Kenari 1 Jakarta, Senin, 4 November 2019. Kegiatan tersebut sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian jajaran Kemenkeu terhadap generasi muda dan bangsa Indonesia. ANTARA

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bermain dengan siswa disela-sela Kemenkeu Mengajar di SDN Kenari 1 Jakarta, Senin, 4 November 2019. Kegiatan tersebut sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian jajaran Kemenkeu terhadap generasi muda dan bangsa Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa penerimaan pajak sampai sepanjang tahun sampai September 2019 mengalami perlambatan. Perlambatan terjadi pada hampir seluruh sektor perekonomian, sejalan dengan pelemahan ekonomi global.

    "Kami lihat indikator ekonomi Indonesia, penerimaan pajak dari berbagai sektor mengalami pelemahan (dampak) dari pelemahan ekonomi global. Misalnya, sektor manufaktur yang mengalami pendapatan turun sehingga pajak menurun," kata Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin 4 November 2019.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengelar acara rapat kerja bersama antara Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin 4 November 2019. Rapat tersebut digelar untuk membahas soal evaluasi kerja 2019 dan rencana kerja 2020.

    Data milik Kementerian Keuangan mengungkap pertambangan menjadi sektor usaha yang paling dalam alami kontraksi. Sampai akhir September 2019 penerimaan sektor ini baru mencapai Rp 43,2 triliun. Angka ini, tumbuh negatif 20,6 persen dan lebih rendah dibandingkan periode yang sama 2018 yang mampu tumbuh 69,9 persen.

    Kemudian, di sektor industri pengolahan atau manufaktur hingga akhir September 2019 mampu mencatatkan penerimaan sebesar Rp 245,6 triliun. Menurut data itu, kinerja sektor ini tercatat tumbuh negatif 3,2 persen.Padahal pada periode yang sama 2018, sektor ini tumbuh 11,7 persen.

    Selanjutnya, data juga menunjukkan bahwa realisasi penerimaan sektor perdagangan sampai akhir September tercatat sebesar Rp 176, 2 triliun. Jumlah ini memiliki porsi 21 persen dari total penerimaan pajak. Sektor usaha ini hanya tumbuh 2,8 persen, jauh lebih rendah dari periode 2018 yang bisa tumbuh hingga 25,8 persen.

    Kemudian, penerimaan dari sektor jasa keuangan dan asuransi mencapai Rp120, 6 triliun atau menyumbang 14,4 persen dari total penerimaan pajak. Sektor ini hingga akhir September 2019 masih tumbuh 4,9 persen, meskipun lebih rendah dari periode September 2018 yang tumbuh 9,5 persen.

    Adapun sektor transportasi dan pergudangan menjadi satu-satunya sektor usaha yang masih mencatatkan kinerja positif. Hingga akhir September 2019 mampu menyumbang pajak Rp 36, 3 triliun atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan. Realisasi pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan ini lebih tinggi dari September 2018 yang mencapai 12,6 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.