Laba Bersih Hutama Karya Triwulan III Tembus Rp 2,1 Triliun

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Crane proyek  pembangunan kontruksi Double Double Track (DDT) yang roboh di jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta, 4 Februari 2018. PT Hutama Karya (Persero) selaku pelaksana proyek menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf atas insiden tersebut. TEMPO/Ilham Fikri

    Crane proyek pembangunan kontruksi Double Double Track (DDT) yang roboh di jalan Slamet Riyadi, Matraman, Jakarta, 4 Februari 2018. PT Hutama Karya (Persero) selaku pelaksana proyek menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf atas insiden tersebut. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Hutama Karya (Persero) mencatat perolehan laba bersih sebanyak Rp2,10 triliun per September 2019 sebelum diaudit atau bertumbuh 43,82 persen dibandingkan dengan posisi September 2018. Hutama Karya juga dalam waktu dekat bakal mengoperasikan lima ruas jalan tol Trans-Sumatra sepanjang 495 kilometer.

    Berdasarkan keterangan resmi Hutama Karya, Senin, 4 November 2019, perolehan laba perseroan per September 2019 juga setara 95,43 persen dari target laba bersih sepanjang 2019.

    Pencapaian kinerja tersebut didorong oleh perbaikan metode kerja, efisiensi dalam pengadaan dan inovasi sehingga cost of revenue turun dari posisi 89,85 persen pada September 2018 menjadi 82,38 persen per September 2019.

    Penurunan cost of revenue membuat margin keuntungan juga meningkat. Margin keuntungan bersih atau net profit margin Hutama Karya pada September 2019 tercatat 12,65 persen, lebih tinggi dari posisi September 2018 sebesar 8,23 persen.

    Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan bahwa dalam 9 bulan 2019, perseroan meraup kontrak baru sebanyak Rp 18,02 triliun atau 48,81 persen dari target tahunan. Sejauh ini, Hutama Karya telah mendapat kontrak beberapa megaproyek, antara lain proyek kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) di Lawe-Lawe, Kalimantan Timur.

    Di proyek tersebut, Hutama Karya akan mengerjakan peningkatan mutu (upgrade) fasilitas penunjang kilang minyak di Lawe-Lawe untuk fasilitas di darat, meliputi pembangunan area utilitas, pekerjaan umum untuk tangki penyimpanan minyak mentah, fire water tank, dan fasilitas penunjang lainnya.

    Selain itu, Hutama Karya yang mendapat penugasan untuk pembangunan jalan tol Trans-Sumatra tela mengoperasikan tiga ruas, yaitu Medan—Binjai, Palembang—Simpang Indralaya, dan Bakauheni—Terbanggi Besar.

    "Hingga akhir tahun ini, direncanakan salah satu ruas jalan tol Trans-Sumatra yaitu Terbanggi Besar—Pematang Panggang—Kayu Agung sepanjang 189 kilometer akan beroperasi penuh dan akan diresmikan oleh Presiden RI pada akhir tahun 2019," kata Bintang.

    Dia menambahkan bahwa jalan tol Terbanggi Besar—Pematang Panggang—Kayu Agung ditambah dengan ruas Kayu Agung—Palembang—Betung yang konsesinya dimiliki oleh pihak lain akan melengkapi konektivitas via jalan tol dari Bakauheni ke Palembang. Ketika seluruh ruas tersambung, waktu tempuh perjalanan Lampung—Palembang akan semakin singkat.

    Selain ruas Terbanggi Besar—Pematang Panggang—Kayu Agung, Hutama Karya juga siap mengoperasikan ruas Pekanbaru—Dumai sepanjang 131 kilometer pada awal 2020.

    Saat ini, progres konstruksi jalan tol pertama di Riau itu mencapai 72,42 persen. Walhasil, dalam waktu dekat, Hutama Karya siap mengoperasikan lima ruas tol Trans-Sumatra dengan panjang 495 kilometer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.