KAI Minta Wisata Horor di Rel Kereta Bintaro Dihentikan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta melintasi Honeywell Radar Scanner di perlintasan kereta api Bintaro, Jakarta, 4 Maret 2016. Honeywell Radar Scanner dikembangkan untuk menditeksi hambatan yang masih ada di sekitar area perlintasan baik terhadap kereta maupun mereka yang melintas. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Kereta melintasi Honeywell Radar Scanner di perlintasan kereta api Bintaro, Jakarta, 4 Maret 2016. Honeywell Radar Scanner dikembangkan untuk menditeksi hambatan yang masih ada di sekitar area perlintasan baik terhadap kereta maupun mereka yang melintas. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT KAI Daop 1 Jakarta menilai acara "Jakarta Mystical Tour" berbahaya karena diselenggarakan tanpa izin oleh Biang Overlander di perlintasan rel kereta Tragedi Bintaro 1987. Tur yang ini diselenggarakan pada Juma, 1 November 2019 lalu hampir menyebabkan kecelakaan pada saat kegiatan berlangsung.

    Senior Manager PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 4 November 2019, mengatakan sebelumnya tidak ada koordinasi pemberitahuan dari pihak penyelenggara kepada pihak PT KAI Daop 1 Jakarta untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Area jalur rel Tragedi Bintaro 1987 yang digunakan sebagai lokasi kegiatan merupakan jalur aktif dengan lalu lintas kereta yang cukup padat. Sesuai Undang-Undang 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Jalur Kereta Api adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api, termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api.

    Larangan tersebut jelas dinyatakan dalam pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian. Dalam ayat (1) pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel kereta atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

    Tidak hanya itu, hal senada juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 Pasal 53 ayat (1), yang berbunyi: “Setiap orang dilarang memasuki atau berada di ruang manfaat jalur kereta api kecuali petugas di bidang perkeretaapian yang mempunyai surat tugas dari penyelenggara prasarana perkeretaapian.”

    Tentunya kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam agenda wisata horor “Jakarta Mystical Tour” sudah melanggar ketentuan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang berlaku, dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api serta mengancam nyawa orang yang berada di sekitarnya. PT KAI Daop 1 Jakarta melarang pihak penyelenggara untuk melakukan agenda wisata horor dengan memasukkan area jalur kereta api sebagai lokasi kedepannya.

    “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel kereta. Mari sama-sama mewujudkan keselamatan perjalanan kereta api, karena ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Eva.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.