2020, Tokopedia Kejar Kontribusi 2 Persen terhadap PDB

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tokopedia akan menerapkan Growth Mindset dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

    Tokopedia akan menerapkan Growth Mindset dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan e-commerce Tokopedia menargetkan pertumbuhan transaksi lebih moncer pada tahun depan. CEO Tokopedia William Tanuwijaya menargetkan total transaksi entitasnya akan menyumbang kontribusi sebesar 2 persen terhadap produk domestik buto atau PDB pada 2020.

    "Kalau lancar kan tahun ini transaksi Tokopedia berkontribusi 1,5 persen terhadap ekonomi Indonesia. Tahun depan target kami meningkat menjadi 2 persen," kata William saat ditemui di kantor Kementerian Koperasi dan UMKM, Jakarta Selatan, Senin, 4 November 2019.

    Adapun jumlah transaksi Tokopedia pada tahun ini diprediksi mencapai Rp 222 triliun atau setara dengan US$ 1,6 miliar. Sedangkan total PDB tahun ini diprediksi berkisar US$ 1 triliun.

    Angka total transaksi di Tokopedia tersebut berasal dari realisasi penjualan dari sebanyak 6,6 juta mitra UMKM. William mengatakan, saat ini 86,5 persen mitranya itu adalah mitra UMKM baru.

    William optimistis, target pertumbuhan kontribusi terhadap PDB ini pasti dapat diraih. "Potensi e-commerce sekarang secara menyeluruh menyumbang 4-5 persen terhadap PDB. Tokopedia bisa (berkontribusi mengambil kue) 2 persennya," ucapnya.

    Untuk meraih target pertumbuhan transaksi ini, Tokopedia menggencarkan berbagai cara. Misalnya, mendukung mitra UMKM dengan memberikan fasilitas pemasaran dan pemodalan. Ke depan, William menyebut juga akan menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan mitra, salah satunya membuka toko cabang.

    Toko cabang Tokopedia ini nantinya akan menyediakan gudang pintar yang terdistribusi secara merata di seluruh Indonesia. Adanya toko cabang digadang-gadang dapat memudahkan pedagang untuk memasarkan barangnya ke seluruh titik di dalam negeri dengan harga dan modal yang relatif rendah. "Jadi, pedagang (mitra) bisa menyewa gudang sesuai dengan kebutuhan," ucap William.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.