Dorong Perbaikan Sosial, Aruna Juara Startup Pilihan Tempo 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso, memberikan kata sambutan dalam acara Startup Pilihan Tempo 2019 di Jakarta, Minggu, 3 November 2019. Acara yang memasuki tahun ketiga ini digelar bekerja sama dengan Digitaraya dan juga Gojek. TEMPO/Genta Shadra

    Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso, memberikan kata sambutan dalam acara Startup Pilihan Tempo 2019 di Jakarta, Minggu, 3 November 2019. Acara yang memasuki tahun ketiga ini digelar bekerja sama dengan Digitaraya dan juga Gojek. TEMPO/Genta Shadra

    TEMPO.CO, Jakarta - Start up atau perusahaan rintisan e-commerce di bidang perikanan, Aruna menjadi pemenang kategori Best Social Impact dalam Startup Pilihan Tempo 2019." Terpilihnya Aruna sebagai pemenang kategori ini karena memiliki visi yang memberikan impak pada nelayan.

    "Visi founder untuk memberikan social impact bagi nelayan sangat besar. Mereka ingin memajukan kehidupan nelayan yang selama ini termasuk 25 persen kelompok masyarakat miskin," ujar Direktur Eksekutif Tempo.co yang juga tim juri, Burhan Sholihin di Jakarta, Ahad 3 November 2019.

    PT Tempo Inti Media Tbk mengelar kembali "Startup Pilihan Tempo 2019." Acara yang memasuki tahun ketiga ini digelar bekerja sama dengan Digitaraya dan juga Gojek.

    Untuk tahun ini ada tiga kategori yang diperebutkan. Ketiganya adalah Best Social Impact, Best Newcomer dan People's Choice. Dalam ajang ini panitia menerima ratusan aplikan dari start up yang mengajukan diri, yang kemudian dipilih 10 untuk menjalani rangkaian penilaian.

    Kategori Best Social Impact fokus pada start up yang menyediakan solusi berdampak sosial tinggi mulai dari ekonomi, budaya, dan lingkungan sekitar, baik profit maupun non profit. Kriteria berikutnya, perusahaan tersebut menawarkan solusi dengan pendekatan yang inovatif, serta bisa diukur dampaknya secara nyata.

    Burhan menjelaskan, dengan membangun aplikasi, Aruna berhasil menghubungkan nelayan dengan perusahaan besar. Sehingga nelayan bisa fokus bekerja meningkatkan target ikan yang dibutuhkan konsumen serta mempunyai nilai tambah tinggi.

    Pendapatan nelayan-nelayan yang ikut dalam program Aruna rata-rata naik 3 kali lipat menjadi US$ 240 per bulan. Padahal, rata-rata nelayan hanya mendapatkan penghasilan US$ 84 per bulan. Selain itu, Aruna juga berorientasi mengajak nelayan untuk mengekspor hasil tangkapannya.

    "Mereka juga melakukan pelatihan bersama Kementerian2 kepada para nelayan, sehingga nelayan lebih melek teknologi," kata Burhan.

    Dengan catatan itu, tim juri menilai visi besar founder Aruna tampak kuat. Aruna ingin membuat Indonesia maju dari sisi maritim. Aruna, dalam penilaian para juri ingin memajukan Indonesia dari sisi sektor kelautan.

    Sementara itu, layanan startup yang dipimpin oleh Farid Naufal Aslam ini telah ada pada 15 titik di berbagai provinsi di Indonesia. Total nelayan yang telah bergabung sebagai mitra Aruna mencapai lebih dari 3 ribu orang.

    Hasil perikanan yang diperjualbelikan pun bervariasi mulai dari beragam ikan, kepiting, udang, lobster, hingga produk hasil laut lain. Sedangkan pasar ekspor untuk produk hasil tangkapan mitra Aruna kini dikirim ke berbagai negara seperti Cina, Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.