CEO Goola Ungkap Trik Raih Pendanaan Modal Ventura

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep menunjukkan masakan hasil racikannya saat peresmian Goola X Mangkok Ku di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. Goola X Mangkok Ku mengusung kuliner khas lokal Indonesia. TEMPO/Nurdiansah

    Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep menunjukkan masakan hasil racikannya saat peresmian Goola X Mangkok Ku di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. Goola X Mangkok Ku mengusung kuliner khas lokal Indonesia. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Goola Kevin Susanto mengungkapkan dua strategi yang bisa dilakukan pengusaha di bidang food and beverage atau makanan dan minuman agar mendapatkan modal ventura. Salah satunya produk yang dijual haruslah otentik.

    Kevin menjelaskan, sebagai sebuah brand atau merk, Goola sangat otentik. Sedangkan minuman yang dijual sangat ikonik karena merupakan minuman asli Indonesia. Namun, selama ini minuman-minuman tersebut nyatanya belum tampil secara maksimal.

    "Selama ini, minuman-minuman ikonik iti tidak pernah dikeluarkan lagi, makanya kami revolusi minuman Indonesia, untuk dikemas modern yang bisa dikonsumsi masyarakat," kata Kevin dalam acara SENYAWA+ 2019 di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Ahad 3 November 2019.

    Kevin menjadi salah satu pembicara dalam acara SENYAWA+ bersama dengan CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata, dan juga Co Founder Sang Pisang Anshari Kadir. Dalam acara tersebut ketiganya banyak membahas mengenai strategi dan potensi usaha makanan dan minuman untuk mendapatkan investor.

    Goola sendiri merupakan bisnis rintisan di bidang minuman yang berbasis signature atau original minuman dari Indonesia seperti Es Doger, Es Kacang Hijau, dan Es Goola Aren. Didirikan bersama Gibran Rakabuming Raka, Goola kini memiliki 22 menu dengan harga jual per gelas berada dalam rentang Rp 18.000-Rp 27.000.

    Selain itu, produk minuman yang dijual oleh Goola merupakan produk yang berakar dari produk asal Indonesia. Dia menilai, produk-produk asli tersebut sudah pasti disukai masyarakat Indonesia secara lebih luas, meskipun saat ini telah banyak makanan yang berasal dari luar.

    "Saya lihat pada akhirnya pasti akan balik ke asal muasalnya, jadi walaupun coba makanan luar seperti Western atau Jepang, ujung-ujungnya pasti kembali ke akarnya karena kita orang Indonesia," ujar Kevin.

    Kemudian, untuk bisa menarik invetasi, Kevin menyebut bahwa produk yang dihasilkan harus memiliki komparasi dengan produk lain. Kevin misalnya menyebutkan bahwa komparasi dilakukan dengan produk bernama HeyTea, sama-sama merupakan produk otentik yang berasal dari Cina.

    Selain itu, Goola bisa cepat mendapat pendanaan ventura karena break even point atau balik modal usai penanaman bisa dilakukan dalam jangka waktu yang lebih cepat. Misalnya jika dibandingkan dengan produk minuman seperti kopi dan lain sebagainya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.