Kopi Kenangan Bakal Berkolaborasi dengan Kopi Tuku dan Anomali

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kopi kenangan. Instagram/@kopikenangan.i

    Kopi kenangan. Instagram/@kopikenangan.i

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, akan menjajaki kerja sama baru dengan pemegang merek usaha Kopi Tuku dan Anomali dalam waktu dekat. Rencana itu ia kemukakan saat mengisi Festival kolaborasi para konten kreator dan penggagas perusahaan rintisan, SENYAWA+ 2019, Ahad, 3 November 2019, di M Bloc, Jakarta Selatan.

    "Mungkin kami akan mulai kerja sama Desember. Tapi saat ini masih belum bisa kami detailkan," ujarnya.

    Edward juga menyebut sampai saat ini pihaknya masih merembuk kerja sama tersebut dengan dua calon partner bisnisnya. Adapun ihwal bentuk proyek yang akan digarap, ia mengakui masih enggan menggamblangkan.

    Selain melebarkan sayap bisnis dengan menggandeng dua partner yang sudah lebih dulu berkecimpung di bidang perkopian, Edward menyatakan akan melakukan ekspansi ke luar negeri. Ia menyatakan bakal membuka gerai Kopi Kenangan di beberapa negara di Asia Tenggara.

    "Ada beberapa negara baru di Asia Tenggara yang sudah dibidik," ujarnya. Di antaranya Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina.

    Usaha Kopi Kenangan tergolong moncer. Pada 2018, gerai kopi dengan konsep usaha rintisan ini telah membukukan pertumbuhan bisnis mencapai 2.300 persen atau 23 kali lipat ketimbang tahun sebelumnya.

    Saat ini, perusahaan juga berhasil menjual 2,5 juta kopi setiap bulan. Dengan angka ini, Edward optimistis bahwa pertumbuhan bisnis sampai akhir tahun nanti bisa mencapai 2.400 hingga 2.500 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

    Adapun hingga November 2019, outlet Kopi Kenangan telah berjumlah 156 gerai. Gerai-gerai itu menjangkau 13 kota di seluruh Indonesia. Ia berencana menambah gerainya sampai 250 unit pada Desember nanti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.