Di Senyawa+, Bos Tiket.com Bicara Soal Penggabungan Kemenparekraf

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chief Business Officer Kreavi Putri Tanjung, Business Director Telusuri Jovita Ayu, dan Co Founder Tiket.com Gaery Undarsa seusai mengisi acara Festival kolaborasi para konten kreator dan penggagas perusahaan rintisan, SENYAWA+ 2019, Ahad, 3 November 2019, di M Bloc, Jakarta Selatan. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Chief Business Officer Kreavi Putri Tanjung, Business Director Telusuri Jovita Ayu, dan Co Founder Tiket.com Gaery Undarsa seusai mengisi acara Festival kolaborasi para konten kreator dan penggagas perusahaan rintisan, SENYAWA+ 2019, Ahad, 3 November 2019, di M Bloc, Jakarta Selatan. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga tokoh muda yang bergerak di bidang usaha pariwisata dan ekonomi kreatif didapuk menjadi pembicara dalam Festival kolaborasi para konten kreator dan penggagas perusahaan rintisan, SENYAWA+ 2019, Ahad, 3 November 2019, di M Bloc, Jakarta Selatan. Ketiganya adalah Chief Business Officer Kreavi Putri Tanjung, Business Director Telusuri Jovita Ayu, dan Co Founder Tiket.com Gaery Undarsa.

    Dalam sesi bertajuk "Exploring Destinations Unlocking Potential", tiga tokoh ini menanggapi upaya Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggabungkan Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kabinet Indonesia Maju. Pembicara pertama, Putri Tanjung, mengatakan kebijakan itu positif untuk kemajuan industri pariwisata di daerah.

    "Pasti ada benang merahnya. Bahwa di pariwisata, kalau ke daerah, kita perlu beli suvenir. Suvenir Itu kan salah satu contoh industri kreatif," ujar Putri Tanjung.

    Meski demikian, Putri menyebut pemerintah perlu berfokus pada dua sektor ini. Ia tak ingin penggabungan keduanya malah melemahkan salah satu sektor di masa mendatang.

    Beda dengan Putri, bos Tiket.com, Gaery Undarsa justru menyayangkan adanya nomenklatur kementerian anyar ini. Menurut dia, penggabungan Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif dikhawatirkan tidak ideal karena keduanya memiliki fokus masing-masing. "Keduanya digabung oke, tapi sayang," ujarnya.

    Menilik kekhawatiran itu, ia meminta pemerintah tetap memiliki kebijakan yang dapat memperkuat kedua sektor. Gaery tak ingin ini pariwisata merosot lantaran industri ini digadang-gadang bakal menjadi penyumbang devisa terbesar.

    Adapun Jovita enggan berkomentar banyak ihwal kebijakan ini. "Ya sudahlah karena keduanya memang tidak terpisahkan," tutur dia.

    SENYAWA+ adalah sebuah festival kolaborasi yang bertujuan untuk menjembatani para talenta, kolaborator, dan organisasi, bakal digelar pada 2-3 November 2019. Acara ini akan menjadi stimulus bagi para generasi muda Indonesia dari berbagai latar belakang industri dengan menghadirkan titik temu sebagai bentuk perayaan atas keberagaman yang ada.

    Festival ini - merupakan kerja sama antara Rombak Media, TEMPO.Co, FounderAsia, Creativepreneur, M Bloc dan didukung oleh Lenovo dan Telkomsel – mengundang para individu muda dari berbagai latar, mulai dari wirausahawan, artis, musisi, profesional muda, pengembang software, jurnalis, hingga investor berusia 18 hingga 24 tahun untuk berkolaborasi bersama dengan 51 pembicara yang akan dihadirkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.