Tantangan Resesi dan Fintech Menanti Bos Bank Mandiri Baru

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir (kanan) dan wakilnya, Kartika Wirjoatmodjo, memberikan keterangan seusai rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta Pusat, Selasa, 29 Oktober 2019. Rapat tersebut membahas proyek kereta layang ringan atau LRT Cibubur-Dukuh Atas yang akan beroperasi pada 2021. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir (kanan) dan wakilnya, Kartika Wirjoatmodjo, memberikan keterangan seusai rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta Pusat, Selasa, 29 Oktober 2019. Rapat tersebut membahas proyek kereta layang ringan atau LRT Cibubur-Dukuh Atas yang akan beroperasi pada 2021. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Posisi Direktur Utama Bank Mandiri hingga kini masih belum terisi setelah Kartika Wirjoatmodjo menjadi Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Pengamat Perbankan Paul Sutaryono mengatakan, ada sejumlah tantangan yang sudah menanti bos perbankan pelat merah yang baru.

    Salah satu dari tantangan tersebut adalah kondisi perekonomian global yang semakin ketat. "Tantangan bagi perbankan semakin berat lantaran ancaman resesi yang diprediksi mulai 2020," ujar Paul dalam pesan singkat kepada Tempo, Sabtu, 2 November 2019.

    Kondisi tersebut diperberat dengan terus menipisnya pertumbuhan kredit perbankan lantaran lesunya perekonomian. Di sisi lain, perbankan juga dihantui oleh disrupsi teknologi yang semakin berkembang dewasa ini. Meski, Paul melihat kinerja Mandiri sejauh ini cukup baik.

    "Tetapi harus terus mengantisipasi potensi risiko teknologi. Begitu pula serbuan teknologi finansial yang semakin gencar," tutur Paul.

    Dengan segala tantangan tersebut, Paul mengatakan,  calon Direktur Bank Mandiri setidaknya harus memiliki kriteria berintegritas dan berkompetensi tinggi. Bos perseroan, tutur dia, harus berpengalaman dalam bidang perbnkan nasional dan internasional dan bervisi jauh ke depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!