Pipa Migas Sering Dibobol, Chevron-SKK Migas Lapor Polda Riau

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (depan) dan rombongan meninggalkan terminal seusai meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari 2019. PT. Pertamina (Persero) melaksanakan lifting perdana minyak mentah jenis Sumatran Light Crude dan Duri Crude milik PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang dihasilkan dari Blok Rokan. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (depan) dan rombongan meninggalkan terminal seusai meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari 2019. PT. Pertamina (Persero) melaksanakan lifting perdana minyak mentah jenis Sumatran Light Crude dan Duri Crude milik PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang dihasilkan dari Blok Rokan. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    TEMPO.CO, Jakarta - Seiring dengan sering terjadinya pembobolan pipa migas (illegal tapping) di Blok Rokan, PT Chevron Pacific Indonesia dan SKK Migas menemui Kepala Polda Riau. Kedua pihak membahas pengamanan perusahaan migas itu, untuk menanggulangi pembobolan dan pencurian fasilitas pabrik.

    Sebelumnya, Chevron dan SKK Migas telah bertemu dengan pihak Kodam I/Bukit Barisan di Medan guna membahas hal serupa. Kodam I/Bukit Barisan memiliki wilayah kerja di Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau.

    Kepala Departemen Operasi SKK Migas Haryanto Syafri mengatakan, sebenarnya sudah ada Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengamanan yang ditandatangani oleh SKK Migas dengan Polda Riau sejak pertengahan 2018. Adapun untuk menanggulangi dan mengungkap pencurian dan illegal tapping telah dibentuk Satgas Polda Riau dan PT Chevron Pacific Indonesia  sejak awal Mei 2019.

    "Kelanjutan bantuan dan dukungan Kapolda Riau untuk keamanan dan pengungkapan kasus sangat kami harapkan," kata Haryanto melalui keterangan tertulis, Sabtu 2 November 2019.

    Menurut Haryanto, sejak kerja sama ditekan dan Satgas dibentuk, kasus pencurian fasilitas operasi di wilayah Blok Rokan turun 80 persen sejak Maret 2019 hingga Oktober 2019. Hal ini juga diikuti oleh menurunnya dampak Loss Production Opportunity (LPO) sebesar kurang lebih 85 persen untuk periode yang sama.

    "Kami berharap dapat terus mendapat dukungan dari Polda Riau untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas karena selain kerugian finansial yang diterima negara, terdapat risiko keselamatan manusia dan lingkungan atas tindakan pencurian tersebut,"  General Manager Security PT CPI Akson Bramantyo menambahkan.

    Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi pada kesempatan itu menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan dan mengungkap kasus-kasus pencurian dan illegal tapping, secara tuntas. Kemudian meminta kesiapan SKK Migas dan PT CPI untuk menyempurnakan PKS dan Satgas.

    PT CPI merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari Pemerintah Indonesia yang mengoperasikan Blok Rokan di Riau. Dalam mengoperasikan blok migas, PT CPI bekerja di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.