Enggartiasto Lukita: 3 Tahun 15 Perjanjian Perdagangan Diteken

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Perdagangan menyelenggarakan acara serah terima jabatan Menteri Perdagangan dari Enggartiasto Lukita kepada Agus Suparmanto yang dilangsungkan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Kementerian Perdagangan menyelenggarakan acara serah terima jabatan Menteri Perdagangan dari Enggartiasto Lukita kepada Agus Suparmanto yang dilangsungkan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

    TEMPO.CO, Cirebon - Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan selama tiga tahun menjabat sebagai menteri ada 15 perjanjian perdagangan antarnegara yang ditandatanganinya dan masih ada 13 lainnya menunggu.

    "Selama tiga tahun (menjabat menteri) 15 perjanjian (perdagangan) saya tanda tangani," kata Enggar saat acara bedah buku "Pak Enggar Mentor dan Pemimpin" di Cirebon, Jumat, 1 November 2019.

    Menurutnya perjanjian perdagangan sangat diperlukan untuk meningkatkan ekspor dalam negeri, karena saat ini semua butuh kerja sama yang saling menguntungkan bagi dua belah negara.

    Pada saat menjabat, kata Enggar, Presiden Joko Widodo atau Jokowi selalu menekankan pentingnya pembukaan pasar ekspor, karena saat ini Indonesia masih tertinggal dengan negara tetangga.

    "Presiden waktu itu menekankan untuk buka pasar-pasar baru non-tradisional, pasar ekspor, selesai kah? Tidak selesai, karena begitu banyak akses pasar yang harus kita gali melalui perjanjian," ujarnya.

    Enggar mengatakan selama 25 tahun Indonesia hanya bisa menyepakati 8 perjanjian perdagangan dan itu tentu sangat tertinggal dari negara tetangga.

    Dengan minimnya perjanjian perdagangan, maka negara sangat sulit untuk bisa ekspor sebab semua harus bisa saling menguntungkan.

    "Karena tanpa itu (perjanjian perdagangan) kita tidak bisa ekspor, kita tidak bisa dagang pasti kalah dengan negara lain," tuturnya.

    Enggar menambahkan masih ada 13 perjanjian perdagangan yang belum diselesaikan pada masa dia menjabat dan itu perlu diteruskan.

    "Tidak ada yang pernah selesai pekerjaan itu, karena itu tetap berlanjut. Ke depan yang sedang proses itu ada 13 lagi (perjanjian perdagangan)," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?