Buwas Klaim Jual Beras Bulog Lewat e-Commerce Diminati Masyarakat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat meninjau stok beras di Gudang Bulog, Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. Presiden menegaskan peninjauan untuk memastikan stok beras aman. Agar tidak terjadi spekulasi harga beras di pasar. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat meninjau stok beras di Gudang Bulog, Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. Presiden menegaskan peninjauan untuk memastikan stok beras aman. Agar tidak terjadi spekulasi harga beras di pasar. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebut penjualan beras Bulog lewat platform e-commerce direspons positif oleh masyarakat meskipun pemasaran tersebut belum resmi diluncurkan.

    Budi Waseso atau akrab disapa Buwas tersebut mengaku minat masyarakat yang membeli produk Bulog lewat akun "Panganandotcom" di e-commerce Shopee tersebut di luar prediksi, meskipun pemasaran ini masih berupa proyek percontohan karena baru mencakup wilayah Jabodetabek.

    "Ini baru 'soft launching'. Sewaktu kita 'publish' lihat responsnya, tercapat cepat sekali di luar prediksi saya. Setelah launching peminatnya meningkat, yang mengulang pemesanan lewat e-commerce ini juga banyak. Berarti kan positif," kata Buwas pada acara diskusi di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat, 1 November 2019.

    Selain lewat e-commerce, strategi bisnis Bulog untuk merambah bisnis ke pemasaran digital dilakukan melalui aplikasi Panganandotcom yang baru dilakukan 'soft launching' pada Agustus lalu.

    Buwas menilai penjualan digital memudahkan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan bahan pokok, tanpa harus pergi ke pasar, bahkan pengiriman produk pangan dilakukan langsung ke rumah pembeli.

    Pemasaran bahan pokok melalui platform online juga dinilai memiliki kelebihan lain, yakni dapat memotong rantai pasok distribusi sehingga bisa mengurangi kesempatan tengkulak dalam memainkan harga pasar dan menekan jumlah mafia pangan yang ingin mendapatkan keuntungan.

    Seiring tingginya minat masyarakat, Bulog juga akan meluncurkan 50 produk beras yang akan disalurkan secara komersil melalui platform online tersebut. Ada pun penjualan produk pangan lewat e-commerce dan aplikasi Panganandotcom ini tidak hanya berasal dari produksi Bulog saja. Agar tidak terjadi monopoli, Buwas pun memberi kesempatan penjual lain untuk memasarkan komoditas pangan lainnya di luar produksi Bulog.

    "Saya 'fair' di sini, tidak monopoli jualannya produk Bulog saja. Justru saya memberi kemudahan masyarakat mendapatkan pangan, bahkan mi instan mau masuk juga boleh," kata dia.

    Dari evaluasi Bulog, akun panganan.com memiliki jumlah pengikut toko sebanyak 913 orang/akun dengan respons pelanggan 99 persen. Penilaian terhadap toko memiliki rating 4.9 dari 348 penilaian. Lima produk teratas yang diminati pembeli, yakni Beras premium pulen wangi, Eunak, Mentik Wangi Susu, King Oryza dan Caping Emas beras merah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.