Hari Ini IHSG Ditutup Melemah Dipicu Kontraksi Data Manufaktur

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 1 November 2019, ditutup melemah dipicu kontraksi data manufaktur domestik.

    IHSG ditutup melemah 21,13 poin atau 0,34 persen ke posisi 6.207,19. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,76 poin atau 0,48 persen menjadi 980,09.

    "Faktor utama pelemahan indeks ialah bahwasanmya market telah mengetahui bahwa data Market Manufacturing PMI Indonesia per Oktober yang mengalami penurunan di angka 47,7 dari 49,1, menandakan bahwa sektor manufaktur di tanah air semakin mengalami kontraksi. Sedangkan untuk data inflasi domestik masih menunjukkan tren yang stabil," kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta di Jakarta, Jumat.

    Dibuka melemah, IHSG menghabiskan waktu sepanjang hari di zona merah hingga penutupan bursa saham.

    Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau "net foreign sell" sebesar Rp 215,87 miliar.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 580.645 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,81 miliar lembar saham senilai Rp9,14 triliun. Sebanyak 135 saham naik, 299 saham menurun, dan 128 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 76,2 poin atau 0,33 persen ke 22.850,8, indeks Hang Seng menguat 194,1 poin atau 0,72 persen ke 27.100,8, dan indeks Straits Times melemah 0,45 poin atau 0,01 persen ke posisi 3.229,43.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.