Sri Mulyani Yakin Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menteri Keuangan Sri Mulyani saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Tempo.Co, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis pertumbuhan ekonomi triwulan III 2019 akan berada di atas 5 persen. "Mungkin seperti yang disampaikan Badan Kebijakan Fiskal, di 5,05 persen," ujar dia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.

    Untuk mencapai angka tersebut, Sri Mulyani berharap konsumsi dapat bertahan di atas 5 persen. Di samping itu, ia pun ingin investasi terjaga di atas 5 persen. "Meskipun investasi kita lihat mengalami sedikit perlambatan."

    Di sisi lain, ia mengatakan faktor yang cukup berat diangkat adalah pada faktor eksternal, misalnya ekspor. Meski demikian ia meyakini ekspor Tanah Air mulai menunjukkan perbaikan.

    Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia atau BI Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2019 diprediksi mendekati 5,1 persen. Perry mengatakan sepanjang tahun pertumbuhan ekonomi diprediksi hanya mencapai 5,05 persen.

    "Pertumbuhan ekonomi tahun ini mengarah pada 5,1 persen. Prediksi kami sekitar 5,05 persen," kata Perry usai memberi sambutan dalam acara Asia's Trade and Economic Priorities 2020, di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa 29 Oktober 2019.

    Perry juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang triwulan III 2019 akan berada pada angka 5,05 persen. Sedangkan pada 2020, pertumbuhan ekonomi diprediksi hanya tumbuh 5,2 persen dengan berbagai sinergi kebijakan yang dilakukan pemerintah.

    Data Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi secara berturut-turut pada triwulan I sebesar 5,07 persen. Sedangkan pada triwulan II hanya mampu tumbuh 5,05 persen. Sementara itu, secara year on year pertumbuhan ekonomi mampu tumbuh 5,05 persen.

    Adapun, International Monetary Fund  atau IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya bisa berada pada kisaran 5 persen pada 2019. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi pada Juli 2019 sebesar 5,2 persen. Sedangkan pada 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi hanya bisa menyentuh 5,1 persen.

    Sementara itu, Bank Dunia atau World Bank juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh 5 persen tahun ini. Sebelumnya pada April 2019, World Bank memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,1 persen.

    CAESAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.