Bulog Salurkan BPNT Lewat Online, Cegah Kecurangan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Waseso atau Buwas saat saat Pelantikan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti Tahun 2018-2023 di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 27 Desember 2018. TEMPO/Subekti.

    Budi Waseso atau Buwas saat saat Pelantikan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti Tahun 2018-2023 di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 27 Desember 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) bakal menerapkan sistem bantuan pangan non-tunai (BPNT) secara online. Rencananya, program ini akan diluncurkan pada tahun depan.

    Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan situs panganan.com yang akan menjadi wadah BPNT secara online. Adapun toko online milik Bulog itu sudah soft launching pada 25 Oktober 2019.

    Munculnya ide BPNT secara online ini, kata Buwas, karena melihat realita banyaknya penyelewengan anggaran BPNT dan menyebabkan realisasi bantuan ke masyarakat kurang mampu tidak sesuai rencana.

    "Saya akan tawarkan ke Kemensos, wapres, presiden. Program pemerintah bisa berjalan, kita antar door to door," kata dia saat bincang santai di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.

    Dia menjelaskan masyarakat penerima BPNT dari Bulog tinggal duduk di rumah karena paket bantuan akan dikirimkan langsung sesuai tanggal. Mereka juga bisa memilih paket sesuai kebutuhan.

    Dalam hal ini, Bulog telah menyediakan 12 paket dengan isi yang berbeda seharga Rp 150.000. Produk yang disediakan pun dijamin kualitasnya demi menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Dia tidak ingin masyarakat penerima BPNT mendapatkan produk seperti beras yang jelek dan pada akhirnya pun mencoreng citra Bulog. "Saya akan gelontorkan saja dengan sistem ini," imbuhnya.

    Sebelum itu, Buwas mengaku akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk meminta data penerima BPNT di setiap tingkat rukun tetangga/rukun warga (RT/RW). "Jaminan dia akses melalui RT/RW,"

    Selain itu, Buwas mengaku akan melibatkan Pramuka. Pasalnya,menurutnya, di setiap RT/RW pasti ada anggota atau pengurus Pramuka.

    Keterlibatan Pramuka dalam rangka pendataan dengan mendatangi langsung para penerima BPNT dan apa yang dibutuhkan. "Kalau Pramuka ikut gerak, agenda presiden terkait ketahanan pangan akan tercapai. Agen pramuka saya jadikan penyuluh pertanian," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.