Naik 8,51 Persen, UMP Sulawesi Selatan Rp 3,1 Juta di Tahun 2020

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan menjahit pakaian di pabrik pemasok busana merek H & M di provinsi Kandal, Kamboja, Rabu, 12 Desember 2018. H & M mengatakan upah pekerja pabrik garmen di Kamboja lebih tinggi 24 persen dari upah minimum. REUTERS/Samrang Pring

    Karyawan menjahit pakaian di pabrik pemasok busana merek H & M di provinsi Kandal, Kamboja, Rabu, 12 Desember 2018. H & M mengatakan upah pekerja pabrik garmen di Kamboja lebih tinggi 24 persen dari upah minimum. REUTERS/Samrang Pring

    TEMPO.CO, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2020 sebesar Rp3.103.800.

    Kenaikannya sebesar 8,51 persen, dari UMP tahun 2019 sebesar Rp2.860.382.

    "Jadi naik Rp243.418 atau 8,51 persen," kata Nurdin Abdullah pada Jumat 1 November 2019.

    Menurutnya kenaikan UMP sesuai formulasi perhitungan upah Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Dengan berdasarkan pada data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2019 .

    Apalagi pemerintah provinsi juga menindaklanjuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

    Dia menyampaikan data tingkat inflasi dan pertumbuhan domestik bruto tingkat inflasi nasional sebesar 3,32 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional 5,19 persen tahun 2019. "UMP ini mulai berlaku pada 1 Januari 2020," ucap Nurdin.

    Oleh sebab itu Nurdin meminta kepada seluruh pengusaha agar menaati aturan dan keputusan dari pemerintah tentang kenaikan UMP.

    Dia berharap kenaikan UMP ini bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.